TNI diminta evaluasi sistem keamanan gudang senjata
Kamis, 06 Maret 2014 - 02:02 WIB
TNI diminta evaluasi sistem keamanan gudang senjata
A
A
A
Sindonews.com - Ledakan terjadi di pulau kecil yang dipergunakan sebagai gudang amunisi Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, di Tanjung Priok, Jakarta, Utara, harus dijadikan bahan evaluasi bagi TNI agar tidak sampai terulang kembali.
Menurut Anggota Komisi I DPR RI Syahfan badri Sampurno, TNI AL harus secepatnya melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap ledakan itu. Sehingga, kata dia, ledakan tidak terjadi lagi pada instalasi-instalasi sejenis di jajaran TNI.
"Dewan sangat prihatin atas terjadinya peristiwa itu, dan mendorong adanya evaluasi terhadap sistem keamanan gudang-gudang sejenis maupun personel yang bertanggung jawab. Jika ada unsur kelalaian, maka harus diproses sehingga tidak terulang lagi," katanya dalam rilis yang diterima Sindonews, Rabu (5/3/2014).
Menurut Syahfan, TNI AL juga harus bisa memastikan bahwa ledakan itu tidak akan mengganggu kegiatan TNI AL, terutama yang berkaitan dengan persenjataan.
"Jangan sampai meledaknya gudang senjata menggangu operasional TNI AL yang memerlukan ketersediaan persenjataan," katanya.
Seperti diberitakan, ledakan hebat terjadi di gudang amunisi Armada Barat (Armabar) Pasukan Katak di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sekitar pukul 10.00 WIB. Tak hanya itu, gudang amunisi Markas Polisi Air (Pol Air) juga ikut terkena dampak ledakan itu.
Baca:
Gudang meledak, pistol & amunisi TNI beterbangan
Menurut Anggota Komisi I DPR RI Syahfan badri Sampurno, TNI AL harus secepatnya melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap ledakan itu. Sehingga, kata dia, ledakan tidak terjadi lagi pada instalasi-instalasi sejenis di jajaran TNI.
"Dewan sangat prihatin atas terjadinya peristiwa itu, dan mendorong adanya evaluasi terhadap sistem keamanan gudang-gudang sejenis maupun personel yang bertanggung jawab. Jika ada unsur kelalaian, maka harus diproses sehingga tidak terulang lagi," katanya dalam rilis yang diterima Sindonews, Rabu (5/3/2014).
Menurut Syahfan, TNI AL juga harus bisa memastikan bahwa ledakan itu tidak akan mengganggu kegiatan TNI AL, terutama yang berkaitan dengan persenjataan.
"Jangan sampai meledaknya gudang senjata menggangu operasional TNI AL yang memerlukan ketersediaan persenjataan," katanya.
Seperti diberitakan, ledakan hebat terjadi di gudang amunisi Armada Barat (Armabar) Pasukan Katak di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sekitar pukul 10.00 WIB. Tak hanya itu, gudang amunisi Markas Polisi Air (Pol Air) juga ikut terkena dampak ledakan itu.
Baca:
Gudang meledak, pistol & amunisi TNI beterbangan
(mhd)