Tergiur pesanan, tukang ojek jadi bandar ganja
Selasa, 04 Maret 2014 - 20:46 WIB
Tergiur pesanan, tukang ojek jadi bandar ganja
A
A
A
Sindonews.com - Jajaran Polres Jakarta Pusat meringkus seorang bandar ganja di Pasar Manggis, Setia Budi, Jakarta Selatan. Achmad Rajab diringkus beserta barang bukti ganja kering seberat 2,8 kilo dan sabu-sabu 0,4 gram.
Kasat Narkoba Polres Jakarta Pusat AKBP Robert Sitinjak mengatakan, penangkapan itu berawal dari tertangkapnya seorang pemakai di Menteng, Jakarta Pusat. Kemudian, petugas melakukan pengembangan dan mengetahui Rajab sebagai pemasok.
"Ini merupakan hasil pengembangan dari tertangkapnya RR," kata Sitinjak kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/3/2014).
Berdasarkan keterangan RR, kata dia, pihaknya langsung melakukan penyamaran sebagai pembeli, yang menghubungi Rajab. Kesepakatan pertama transaksi dilakukan di Jalan Tambak. Namun, tersangka menggiring petugas ke wilayah Jakarta Selatan, tepatnya di belakang Pasar Manggis.
"Memang penjual narkoba sering merubah lokasi transaksi di tempat yang dianggapnya aman," ujarnya.
Sementara itu, Rajab mengakui, dirinya membelui barang haram itu sudah tiga kali dari seseorang melalui telephone. Dirinya selalu beli ganja satu kilogram sebesar Rp2,4 juta.
Selanjutnya daun ganja tersebut dipecah ke dalam paket satu ons. Untuk setiap ons nya dijual dengan harga Rp500 ribu. "Sudah saya jual dua ons dengan harga Rp500 ribu dan sisanya dibayar menggunakan sabu-sabu," ucapnya.
Rajab yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek ini mengaku hanya menjual daun ganja kepada orang yang sudah dikenalnya. Sebelum membeli per kilo, dirinya juga sudah menjual dalam partai kecil.
Karena banyak permintaan, akhirnya Rajab mendapatkan bandar besar yang mau menjual daun ganja kepadanya.
"Setiap kali transaksi saya tidak pernah bertemu orangnya, hanya melalui arahan di telepon genggam," ujarnya.
Kasat Narkoba Polres Jakarta Pusat AKBP Robert Sitinjak mengatakan, penangkapan itu berawal dari tertangkapnya seorang pemakai di Menteng, Jakarta Pusat. Kemudian, petugas melakukan pengembangan dan mengetahui Rajab sebagai pemasok.
"Ini merupakan hasil pengembangan dari tertangkapnya RR," kata Sitinjak kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/3/2014).
Berdasarkan keterangan RR, kata dia, pihaknya langsung melakukan penyamaran sebagai pembeli, yang menghubungi Rajab. Kesepakatan pertama transaksi dilakukan di Jalan Tambak. Namun, tersangka menggiring petugas ke wilayah Jakarta Selatan, tepatnya di belakang Pasar Manggis.
"Memang penjual narkoba sering merubah lokasi transaksi di tempat yang dianggapnya aman," ujarnya.
Sementara itu, Rajab mengakui, dirinya membelui barang haram itu sudah tiga kali dari seseorang melalui telephone. Dirinya selalu beli ganja satu kilogram sebesar Rp2,4 juta.
Selanjutnya daun ganja tersebut dipecah ke dalam paket satu ons. Untuk setiap ons nya dijual dengan harga Rp500 ribu. "Sudah saya jual dua ons dengan harga Rp500 ribu dan sisanya dibayar menggunakan sabu-sabu," ucapnya.
Rajab yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek ini mengaku hanya menjual daun ganja kepada orang yang sudah dikenalnya. Sebelum membeli per kilo, dirinya juga sudah menjual dalam partai kecil.
Karena banyak permintaan, akhirnya Rajab mendapatkan bandar besar yang mau menjual daun ganja kepadanya.
"Setiap kali transaksi saya tidak pernah bertemu orangnya, hanya melalui arahan di telepon genggam," ujarnya.
(mhd)