Jakpus kekurangan lahan pembuangan sampah
Minggu, 02 Maret 2014 - 22:52 WIB
Jakpus kekurangan lahan pembuangan sampah
A
A
A
Sindonews.com - Minimnya tempat pembuangan sampah (TPS) di Jakarta Pusat (Jakpus) membuat beberapa wilayah di Jakarta Pusat dipenuhi tumpukan sampah. Tumpukan sampah bahkan ada yang sampai 10 hari tidak terangkut.
Akibatnya, bau busuk yang ditimbulkan oleh sampah mengganggu aktifitas warga. Beberapa lokasi yang banyak timbunan sampah antara Lain di Kemayoran, tidak jauh dari kecamatan Kemayoran, Jalan Serdang, kemudian di Jalan Bungur Senen, Tanah Abang, Gambir dan Sawah Bersar.
Walikota Jakarta Pusat, Saefullah mengakui, banyaknya tumbukan sampah di wilayahnya lantaran terbatasnya Tempat penampungan Sementara. Untuk itu dirinya terus akan mencari lahan untuk dibebaskan agar tempat penampungan sementara bisa bertambah.
Selain menambah tempat penampungan sementara, idealnya, Sudin dan Dinas Kebersihan memperbanyak truk sampah lebih banyak lagi. Nantinya truk-truk tersebut ditempatkan di lokasi pemukiman warga yang lokasinya tidak ada tempat pembuangan sampah.
"Memang untuk lahan TPS di Jakarta Pusat minim, makanya kalau ada lahan kosong kita akan beli untuk tempat pembuang sampah warga. Dan untuk truk sampah harus stanby di lokasi pemukimanan yang tidak ada TPSnya," ucap Saefullah di Jakarta, Minggu (2/3/2014).
Lanjut Saefullah dalam penanganan sampah harus dilakukan dengan 3 R, reuse (guna ulang) reduce, dan recyle. Penggunaan kembali sampah yang masih digunakan baik untuk fungsi yang sama maupun fungsi lainnya.
Reduce mengurangi segala sesuatu yang menyebabkan timbulnya sampah dan yang terakhir recycle (mendaur ulang) yaitu mengolah sampah menjadi produk baru. "3 R dalam pengelolaan sampah itu sangat penting," tegas Saefullah.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kebersihan Togatorop saat dihubungi SH membenarkan keterlambatan pengangkatan sampah. Keterlabatan itu disebabkan truk-truk sampah yang membuang sampah ke daerah Bantar Gebang, Bekasi terkendala karena kemacetan.
"Kita sebenarnya mengangkut tiap hari sampah yang ada di Jakarta Pusat. Tapi memang ada sedikit keterlambatan dari pengangkutan karena truk terjebak kemacetan. Untuk lokasi tempat pembuangan sampah di wilayah Jakarta Pusat sendiri ada 144 TPS yang tersebar di 8 kecamatan," tutup Toga.
Sementara itu Christian, warga Serdang mengaku keberatan dengan menumpuknya sampah di bantaran kali item Jalan Serdang. Pasalnya yang membuang sampah di kawasan tersebut bukan warga sekitar, melainkan pedagang pasar.
Setiap dilarang, orang yang membuang sampah mengaku sudah mendapat izin dari pihak kecamatan dan kelurahan. "Saya sangat terganggu dengan adanya sampah, selain tidak enak dilihat, kawasan sini jadi bau," ujarnya.
Akibatnya, bau busuk yang ditimbulkan oleh sampah mengganggu aktifitas warga. Beberapa lokasi yang banyak timbunan sampah antara Lain di Kemayoran, tidak jauh dari kecamatan Kemayoran, Jalan Serdang, kemudian di Jalan Bungur Senen, Tanah Abang, Gambir dan Sawah Bersar.
Walikota Jakarta Pusat, Saefullah mengakui, banyaknya tumbukan sampah di wilayahnya lantaran terbatasnya Tempat penampungan Sementara. Untuk itu dirinya terus akan mencari lahan untuk dibebaskan agar tempat penampungan sementara bisa bertambah.
Selain menambah tempat penampungan sementara, idealnya, Sudin dan Dinas Kebersihan memperbanyak truk sampah lebih banyak lagi. Nantinya truk-truk tersebut ditempatkan di lokasi pemukiman warga yang lokasinya tidak ada tempat pembuangan sampah.
"Memang untuk lahan TPS di Jakarta Pusat minim, makanya kalau ada lahan kosong kita akan beli untuk tempat pembuang sampah warga. Dan untuk truk sampah harus stanby di lokasi pemukimanan yang tidak ada TPSnya," ucap Saefullah di Jakarta, Minggu (2/3/2014).
Lanjut Saefullah dalam penanganan sampah harus dilakukan dengan 3 R, reuse (guna ulang) reduce, dan recyle. Penggunaan kembali sampah yang masih digunakan baik untuk fungsi yang sama maupun fungsi lainnya.
Reduce mengurangi segala sesuatu yang menyebabkan timbulnya sampah dan yang terakhir recycle (mendaur ulang) yaitu mengolah sampah menjadi produk baru. "3 R dalam pengelolaan sampah itu sangat penting," tegas Saefullah.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kebersihan Togatorop saat dihubungi SH membenarkan keterlambatan pengangkatan sampah. Keterlabatan itu disebabkan truk-truk sampah yang membuang sampah ke daerah Bantar Gebang, Bekasi terkendala karena kemacetan.
"Kita sebenarnya mengangkut tiap hari sampah yang ada di Jakarta Pusat. Tapi memang ada sedikit keterlambatan dari pengangkutan karena truk terjebak kemacetan. Untuk lokasi tempat pembuangan sampah di wilayah Jakarta Pusat sendiri ada 144 TPS yang tersebar di 8 kecamatan," tutup Toga.
Sementara itu Christian, warga Serdang mengaku keberatan dengan menumpuknya sampah di bantaran kali item Jalan Serdang. Pasalnya yang membuang sampah di kawasan tersebut bukan warga sekitar, melainkan pedagang pasar.
Setiap dilarang, orang yang membuang sampah mengaku sudah mendapat izin dari pihak kecamatan dan kelurahan. "Saya sangat terganggu dengan adanya sampah, selain tidak enak dilihat, kawasan sini jadi bau," ujarnya.
(maf)