Ditipu, 3 satpam dibacok pembalap liar
Minggu, 02 Maret 2014 - 12:19 WIB
Ditipu, 3 satpam dibacok pembalap liar
A
A
A
Sindonews.com - Tiga satuan pengamanan (satpam) perumahan elite BSD City, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), harus dilarikan ke rumah sakit setelah mendapat informasi adanya perampasan handphone seorang warga.
Kapolsek Pagedangan Kabupaten Tangerang AKP Murodi mengatakan, rupanya informasi warga yang datang menemui Satpam dengan mengadukan hal tidak benar.
"Mereka sengaja memancing agar satpam ini ke lokasi, rupanya yang lapor itu salah satu dari komplotan pelaku," terangnya saat dihubungi, Minggu (2/3/2014).
Menurut Murodi, perisitiwa penyerangan terhadap Satpam tersebut terjadi pada Senin 24 Februari malam lalu. Lokasinya, tak jauh dari Kampus Universitas Swiss German (SGU).
"Jadi sebelumnya Satpam melakukan operasi terhadap pembalap liar yang ada di sana. Salah seorang Satpam bilang kepada mereka, bahwa Satpam ini tidak takut dengan anak kampung di sana," terangnya.
Mendapati perkataan satpam itu, para pebalap motor liar yang biasa melakukan aksinya di dekat danau Greencove kawasan BSD Pagedangan itu diduga tidak senang.
"Mereka lalu menyebarkan SMS dan menyusun strategi untuk memancing Satpam keluar. Disuruhlah seorang pemuda untuk mengadu bahwa handphonenya dirampas," bebernya.
Mendapati laporan itu, beberapa satpam mengecek ke lokasi dengan mengendarain dua mobil patroli yang beranggotakan satu mobil terdiri dari empat orang.
Saat sampai di lokasi, tiba-tiba mereka langsung diserang dengan menggunakan senjata tajam jenis golok, celurit dan parang.
Murodi mengaku, dari perisitwa itu telah mengamankan sedikitnya empat orang. Di antara empat orang tersebut, dua di antaranya berprofesi sebagai petugas Satpam di perumahan lain.
Sedangkan dua lainnya, pemuda yang tertangkap tangan membawa senjata tajam. "Empat orang kita amankan," tutupnya.
Kapolsek Pagedangan Kabupaten Tangerang AKP Murodi mengatakan, rupanya informasi warga yang datang menemui Satpam dengan mengadukan hal tidak benar.
"Mereka sengaja memancing agar satpam ini ke lokasi, rupanya yang lapor itu salah satu dari komplotan pelaku," terangnya saat dihubungi, Minggu (2/3/2014).
Menurut Murodi, perisitiwa penyerangan terhadap Satpam tersebut terjadi pada Senin 24 Februari malam lalu. Lokasinya, tak jauh dari Kampus Universitas Swiss German (SGU).
"Jadi sebelumnya Satpam melakukan operasi terhadap pembalap liar yang ada di sana. Salah seorang Satpam bilang kepada mereka, bahwa Satpam ini tidak takut dengan anak kampung di sana," terangnya.
Mendapati perkataan satpam itu, para pebalap motor liar yang biasa melakukan aksinya di dekat danau Greencove kawasan BSD Pagedangan itu diduga tidak senang.
"Mereka lalu menyebarkan SMS dan menyusun strategi untuk memancing Satpam keluar. Disuruhlah seorang pemuda untuk mengadu bahwa handphonenya dirampas," bebernya.
Mendapati laporan itu, beberapa satpam mengecek ke lokasi dengan mengendarain dua mobil patroli yang beranggotakan satu mobil terdiri dari empat orang.
Saat sampai di lokasi, tiba-tiba mereka langsung diserang dengan menggunakan senjata tajam jenis golok, celurit dan parang.
Murodi mengaku, dari perisitwa itu telah mengamankan sedikitnya empat orang. Di antara empat orang tersebut, dua di antaranya berprofesi sebagai petugas Satpam di perumahan lain.
Sedangkan dua lainnya, pemuda yang tertangkap tangan membawa senjata tajam. "Empat orang kita amankan," tutupnya.
(mhd)