Curi 2 ton BBM, karyawan Tanah Abang ditahan
Selasa, 25 Februari 2014 - 21:40 WIB
Curi 2 ton BBM, karyawan Tanah Abang ditahan
A
A
A
Sindonews.com - Fernandus Labaholi (35), karyawan Pusat Grosir Metro Tanah Abang (PGMTA) di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, bersama seorang temannya ditangkap petugas Polsek Tanah Abang.
Keduanya terbukti mencuri dua ton solar milik PGMTA. Dari tangan mereka, polisi berhasl mengamankan barang bukti berupa enam drum dan 15 jeriken besar solar, dengan nilai Rp10 juta.
Kapolsek Tanah Abang AKBP Kus Subiayantoro mengatakan, penangkapan itu berawal dari laporan PGMTA yang kerap merasa kehilanganh BBM miliknya sejak dua bulan lalu. Berdasarkan laporan itu, pihaknya langsung melakukan pengintaian.
Selama ini tempat penyimpanan BBM berada di lantai 10 PGMTA. Senin malam petugas mendapati Fernandus sedang berusaha mengeluarkan drum berisi solar. Namun tertangkap, selanjutnya petugas menggunakan Fernandus untuk menangkap pelaku lainnya.
"Fernandus merupakan karyawan PGMTA, semantara tiga orang lainnya orang luar," ujarnya di Jakarta, Selasa (25/2/2014).
Sekira pukul 22.00 WIB, polisi membawa Fernandus untuk memancing tiga pelaku lainnya yang akan mengambil 2.000 liter minyak yang telah disimpan di parkiran mobil. Kemudian, para pelaku pelaku dikontak tersangka Fernandus untuk mengambil BBM hasil curian itu, alhasil ketiganya tiba di lokasi yang sudah diawasi anggota Serse dan menangkapnya.
"Namun dua pelaku berinsial AH (29), dan HER (34), lolos dari sergapan petugas sedang Surya, berhasil dibekuk," ujarnya.
Kus menjelaskan, dalam pencurian tersebut Surya berperan sebagai yang menurunkan drum dan jeriken sedang dua lainnya berperan sebagai sebagai pengemudi dan kernek kalau Fernandes Labaholi, yang membuka gudang penyimpanan solar di lantai 10.
Kepada petugas, Fernandus mengaku sudah melakukan pencurian di tempatnya kerja sudah empat kali. Dia mengaku hanya membuka dan pintu tempat penyimpanan BBM.
Menyangkut penjualan, kata dia, hal tersebut dilakukan oleh kedua orang yang berhasil melarikan diri. Untuk setiap kali aksinya Fernandus mengaku mendapat Rp5 juta.
Fernandus selalu melakukan aksinya dengan cara mengurangi BBM yang ada di ruangan tersebut. Dan hal itu dilakukan saat dirinya bertugas malam hari.
"saat bertugas siang hari saya selalu menyisihkan dan ketika saya tugas malam langsung saya bawa ke mobil untuk dijual lagi," aku Fernandus di ruang tahanan Polsek Tanah Abang.
Keduanya terbukti mencuri dua ton solar milik PGMTA. Dari tangan mereka, polisi berhasl mengamankan barang bukti berupa enam drum dan 15 jeriken besar solar, dengan nilai Rp10 juta.
Kapolsek Tanah Abang AKBP Kus Subiayantoro mengatakan, penangkapan itu berawal dari laporan PGMTA yang kerap merasa kehilanganh BBM miliknya sejak dua bulan lalu. Berdasarkan laporan itu, pihaknya langsung melakukan pengintaian.
Selama ini tempat penyimpanan BBM berada di lantai 10 PGMTA. Senin malam petugas mendapati Fernandus sedang berusaha mengeluarkan drum berisi solar. Namun tertangkap, selanjutnya petugas menggunakan Fernandus untuk menangkap pelaku lainnya.
"Fernandus merupakan karyawan PGMTA, semantara tiga orang lainnya orang luar," ujarnya di Jakarta, Selasa (25/2/2014).
Sekira pukul 22.00 WIB, polisi membawa Fernandus untuk memancing tiga pelaku lainnya yang akan mengambil 2.000 liter minyak yang telah disimpan di parkiran mobil. Kemudian, para pelaku pelaku dikontak tersangka Fernandus untuk mengambil BBM hasil curian itu, alhasil ketiganya tiba di lokasi yang sudah diawasi anggota Serse dan menangkapnya.
"Namun dua pelaku berinsial AH (29), dan HER (34), lolos dari sergapan petugas sedang Surya, berhasil dibekuk," ujarnya.
Kus menjelaskan, dalam pencurian tersebut Surya berperan sebagai yang menurunkan drum dan jeriken sedang dua lainnya berperan sebagai sebagai pengemudi dan kernek kalau Fernandes Labaholi, yang membuka gudang penyimpanan solar di lantai 10.
Kepada petugas, Fernandus mengaku sudah melakukan pencurian di tempatnya kerja sudah empat kali. Dia mengaku hanya membuka dan pintu tempat penyimpanan BBM.
Menyangkut penjualan, kata dia, hal tersebut dilakukan oleh kedua orang yang berhasil melarikan diri. Untuk setiap kali aksinya Fernandus mengaku mendapat Rp5 juta.
Fernandus selalu melakukan aksinya dengan cara mengurangi BBM yang ada di ruangan tersebut. Dan hal itu dilakukan saat dirinya bertugas malam hari.
"saat bertugas siang hari saya selalu menyisihkan dan ketika saya tugas malam langsung saya bawa ke mobil untuk dijual lagi," aku Fernandus di ruang tahanan Polsek Tanah Abang.
(mhd)