Kekhilafan Anggito harusnya tak terjadi
Selasa, 18 Februari 2014 - 07:53 WIB
Kekhilafan Anggito harusnya tak terjadi
A
A
A
Sindonews.com - Kekhilafan yang dilakukan Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umroh Kementerian Agama Anggito Abimanyu sehingga dituduh sebagai plagiat sangat disayangkan.
"Kekhilafan seperti itu semestinya tidak perlu terjadi dan dilakukan oleh tokoh sekaliber dia," tukas pengajar Departemen Politik FISIP Universitas Airlangga (Unair) Airlanggar Pribadi Kusman, Sabtu (18/2/2014).
Namun sikap Anggito yang mengakui kesalahan dan mundur dari Universitas Gadjah Mada (UGM), menurut kandidat PhD Asia Research Center Murdoch University adalah tindakan tepat dan patut diapresiasi.
Terkait posisi Anggito saat ini sebagai Dirjen PHU di Kemenag selanjutnya perlu juga untuk dipertimbangkan. "Itu semestinya juga harus dipertimbangkan," imbuh dia.
Seperti diberitakan, Anggito dituduh menjiplak karya tulis dalam opininya yang tayang di Kompas, 10 Februari 2014.
Seorang penulis di Kompasiana dengan akun "Penulis UGM" mengungkap kesamaan tulisan Anggito dengan tulisan opini serupa yang tayang lebih dulu dalam tulisan "Anggito Abimanyu Menjiplak Artikel Orang?".
Opini tulisan Anggito berjudul "Gagasan Asuransi Bencana" dinilai menjiplak karya Hatbonar Sinaga berjudul "Menggagas Asuransi Bencana" yang dimuat di Kompas, 21 Juli 2006. Sebagian besar kalimat dalam paragraf nyaris sama.
Atas tudingan plagiarisme itu, dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM ini pun akhirnya mengundurkan diri.
"Kekhilafan seperti itu semestinya tidak perlu terjadi dan dilakukan oleh tokoh sekaliber dia," tukas pengajar Departemen Politik FISIP Universitas Airlangga (Unair) Airlanggar Pribadi Kusman, Sabtu (18/2/2014).
Namun sikap Anggito yang mengakui kesalahan dan mundur dari Universitas Gadjah Mada (UGM), menurut kandidat PhD Asia Research Center Murdoch University adalah tindakan tepat dan patut diapresiasi.
Terkait posisi Anggito saat ini sebagai Dirjen PHU di Kemenag selanjutnya perlu juga untuk dipertimbangkan. "Itu semestinya juga harus dipertimbangkan," imbuh dia.
Seperti diberitakan, Anggito dituduh menjiplak karya tulis dalam opininya yang tayang di Kompas, 10 Februari 2014.
Seorang penulis di Kompasiana dengan akun "Penulis UGM" mengungkap kesamaan tulisan Anggito dengan tulisan opini serupa yang tayang lebih dulu dalam tulisan "Anggito Abimanyu Menjiplak Artikel Orang?".
Opini tulisan Anggito berjudul "Gagasan Asuransi Bencana" dinilai menjiplak karya Hatbonar Sinaga berjudul "Menggagas Asuransi Bencana" yang dimuat di Kompas, 21 Juli 2006. Sebagian besar kalimat dalam paragraf nyaris sama.
Atas tudingan plagiarisme itu, dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM ini pun akhirnya mengundurkan diri.
(lns)