2 bulan numpuk, sampah jadi ancaman warga
Selasa, 04 Februari 2014 - 19:42 WIB
2 bulan numpuk, sampah jadi ancaman warga
A
A
A
Sindonews.com - Sejak dua bulan lalu tumpukan sampah di Kali Citayam, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, dibiarkan menumpak. Akibatnya, sampah yang berada di bawah pintu air menutupi aliran kali tersebut.
"Sampah tersebut menumpuk sejak dua bulan lalu. Memang tidak menimbulkan bau, namun sangat mengganggu warga. Apalagi ancaman longsor bisa saja terjadi," kata Ketua RT 01 RW 05 Kelurahan Pondok Jaya, Cipayung, Sanaji di Depok, Selasa (4/2/2014).
Dikatakan dia, warga sekitar sudah khawatir akan ancaman longsor akibat tumpukan sampah. Karena, di dekat kali itu terdapat beberapa rumah warga.
"Beberapa rumah yang berada di atas kali adalah wilayah kelurahan Pondok Jaya dan rumah-rumah itu yang rawan longsor," ungkapnya.
Belum lama ini, kata dia, di sekitar Kali Citayam sempat terjadi longsor. "Karena tanah yang semakin tergerus air jadi tanahnya labil dan mudah longsor," katanya.
Terkait sampah, dia mengatakan, sampah tersebut bukan berasal dari lingkungannya. Meski demikian, pihaknya siap membantu pengangkutan sampah jika diperlukan.
"Bukan, itu bukan dari warga kami. Kalau sampah itu, karena aliran kalinya dari Bojong Gede, kemungkinan dari sana. Kami sudah memiliki UPS sendiri dan setiap bulannya ada dua petugas pembersih sampah yang mengambil sampah dari rumah ke rumah," tuturnya.
"Sampah tersebut menumpuk sejak dua bulan lalu. Memang tidak menimbulkan bau, namun sangat mengganggu warga. Apalagi ancaman longsor bisa saja terjadi," kata Ketua RT 01 RW 05 Kelurahan Pondok Jaya, Cipayung, Sanaji di Depok, Selasa (4/2/2014).
Dikatakan dia, warga sekitar sudah khawatir akan ancaman longsor akibat tumpukan sampah. Karena, di dekat kali itu terdapat beberapa rumah warga.
"Beberapa rumah yang berada di atas kali adalah wilayah kelurahan Pondok Jaya dan rumah-rumah itu yang rawan longsor," ungkapnya.
Belum lama ini, kata dia, di sekitar Kali Citayam sempat terjadi longsor. "Karena tanah yang semakin tergerus air jadi tanahnya labil dan mudah longsor," katanya.
Terkait sampah, dia mengatakan, sampah tersebut bukan berasal dari lingkungannya. Meski demikian, pihaknya siap membantu pengangkutan sampah jika diperlukan.
"Bukan, itu bukan dari warga kami. Kalau sampah itu, karena aliran kalinya dari Bojong Gede, kemungkinan dari sana. Kami sudah memiliki UPS sendiri dan setiap bulannya ada dua petugas pembersih sampah yang mengambil sampah dari rumah ke rumah," tuturnya.
(mhd)