Peluang hidup 26 korban banjir bandang Sitaro kecil
Senin, 27 Januari 2014 - 13:36 WIB
Peluang hidup 26 korban banjir bandang Sitaro kecil
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 26 korban penumpang perahu taksi yang dihantam banjir bandang di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), hingga kini masih dinyatakan hilang.
Meski begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah menyatakan kemungkinan hidup para korban yang masih hilang sangat kecil.
"Sudah tiga hari pencarian, namun hasil masih nihil. Kami perkirakan para korban yang hilang tak ada yang selamat, karena terjangan banjir bandang dengan material bangunan sangat kuat menghantam mereka," jelas Kepala BPBD Kabupaten Sitaro Herry Lano kepada Sindonews, Senin (27/1/2014).
Menurut Herry, saat kejadian para korban yang berjumlah total 35 orang termasuk ABK itu berada di Pantai Nameng dan sedang melakukan perjalanan ke Pasar Ulu, Siau, Kabupaten Sitaro.
Secara bersamaan, hujan disertai angin puting beliung turun dan memporak-porandakan pemukiman warga. Sejurus kemudian, air sungai meluap bersamaan dengan material bangunan yang rusak pasca hantaman angin kencang.
"Mereka dihantam luapan banjir bandang setinggi 10 meter," jelas Herry.
Meski begitu, pihaknya bersama tim Search and Rescue (SAR) Sitaro dan SAR Manado mengaku akan terus melakukan pencarian para korban dalam waktu yang belum ditentukan.
Berikut 26 korban banjir bandang Sitaro yang masih dinyatakan hilang:
1. David lombone.
2. Tina Goha.
3. Jimbris Antameng.
4. Mayana Daud.
5. Simon Berhimpong.
6. Erni Berhimpong.
7. Sayang Berhimpong.
8. Masni Berhimpong.
9. Rit Berhimpong.
10. Sarah Manutur.
11. Rikimar Kuate.
12. Yohanis Mangantara.
13. Demsy Londo.
14. Matias Masala.
15. Rapiah Mudihu.
16. Cu Bawuka.
17. Yonatan Manope.
18. Yeni Tatauhe.
19. Tete Sidangoli.
20. Sinta Sumenda.
21. Sikomo Kendu.
22. Nur Goha.
23. Sopinti Goha.
24. Dentje Ansyu.
25. Wekris Londo.
26. Lukstofel Manutur.
Baca:
Detik-detik banjir bandang Sitaro hantam perahu taksi
Ini identitas 36 korban banjir bandang Kabupaten Sitaro
Meski begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah menyatakan kemungkinan hidup para korban yang masih hilang sangat kecil.
"Sudah tiga hari pencarian, namun hasil masih nihil. Kami perkirakan para korban yang hilang tak ada yang selamat, karena terjangan banjir bandang dengan material bangunan sangat kuat menghantam mereka," jelas Kepala BPBD Kabupaten Sitaro Herry Lano kepada Sindonews, Senin (27/1/2014).
Menurut Herry, saat kejadian para korban yang berjumlah total 35 orang termasuk ABK itu berada di Pantai Nameng dan sedang melakukan perjalanan ke Pasar Ulu, Siau, Kabupaten Sitaro.
Secara bersamaan, hujan disertai angin puting beliung turun dan memporak-porandakan pemukiman warga. Sejurus kemudian, air sungai meluap bersamaan dengan material bangunan yang rusak pasca hantaman angin kencang.
"Mereka dihantam luapan banjir bandang setinggi 10 meter," jelas Herry.
Meski begitu, pihaknya bersama tim Search and Rescue (SAR) Sitaro dan SAR Manado mengaku akan terus melakukan pencarian para korban dalam waktu yang belum ditentukan.
Berikut 26 korban banjir bandang Sitaro yang masih dinyatakan hilang:
1. David lombone.
2. Tina Goha.
3. Jimbris Antameng.
4. Mayana Daud.
5. Simon Berhimpong.
6. Erni Berhimpong.
7. Sayang Berhimpong.
8. Masni Berhimpong.
9. Rit Berhimpong.
10. Sarah Manutur.
11. Rikimar Kuate.
12. Yohanis Mangantara.
13. Demsy Londo.
14. Matias Masala.
15. Rapiah Mudihu.
16. Cu Bawuka.
17. Yonatan Manope.
18. Yeni Tatauhe.
19. Tete Sidangoli.
20. Sinta Sumenda.
21. Sikomo Kendu.
22. Nur Goha.
23. Sopinti Goha.
24. Dentje Ansyu.
25. Wekris Londo.
26. Lukstofel Manutur.
Baca:
Detik-detik banjir bandang Sitaro hantam perahu taksi
Ini identitas 36 korban banjir bandang Kabupaten Sitaro
(rsa)