Banjir bandang terjang Sitaro, 3 orang tewas, 26 hilang
Sabtu, 25 Januari 2014 - 22:45 WIB
Banjir bandang terjang Sitaro, 3 orang tewas, 26 hilang
A
A
A
Sindonews.com - Hujan deras disertai angin puting beliung menyebabkan banjir bandang melanda Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut).
Akibatnya, sebuah perahu berpenumpang 37 orang terhempas dan tenggelam. Sebanyak tiga penumpang tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum menabrak pegunungan angin puting beliung tersebut sempat menabrak perahu yang berencana menuju ke Pasar Ulu Siau, Kota Siau.
"Tiga tewas, delapan luka, dan 26 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang. Perahu tersebut hendak menuju ke Kota Siau," ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (25/1/2014) malam.
Menurut keterangan Sutopo, perahu tersebut juga secara tiba-tiba dihantam terjangan banjir di Pantai Nameng yang berasal dari anak sungai dari pegunungan.
Saat ini, lanjut Sutopo, pencarian korban masih terus dilakukan dengan menggunakan beberapa kapal termasuk Kapal Lohoraung.
"Hingga kini, proses pencarian masih terus dilakukan oleh Tim Search and Rescue (SAR) gabungan," ungkap Sutopo.
Baca:
Hujan dua jam, 6 kecamatan di Manado terendam banjir
Akibatnya, sebuah perahu berpenumpang 37 orang terhempas dan tenggelam. Sebanyak tiga penumpang tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum menabrak pegunungan angin puting beliung tersebut sempat menabrak perahu yang berencana menuju ke Pasar Ulu Siau, Kota Siau.
"Tiga tewas, delapan luka, dan 26 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang. Perahu tersebut hendak menuju ke Kota Siau," ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (25/1/2014) malam.
Menurut keterangan Sutopo, perahu tersebut juga secara tiba-tiba dihantam terjangan banjir di Pantai Nameng yang berasal dari anak sungai dari pegunungan.
Saat ini, lanjut Sutopo, pencarian korban masih terus dilakukan dengan menggunakan beberapa kapal termasuk Kapal Lohoraung.
"Hingga kini, proses pencarian masih terus dilakukan oleh Tim Search and Rescue (SAR) gabungan," ungkap Sutopo.
Baca:
Hujan dua jam, 6 kecamatan di Manado terendam banjir
(rsa)