Banjir Jakarta diprediksi berkurang drastis pada 2016

Selasa, 21 Januari 2014 - 04:36 WIB
Banjir Jakarta diprediksi...
Banjir Jakarta diprediksi berkurang drastis pada 2016
A A A
Sindonews.com - Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial Andi Arief memprediksikan banjir yang melanda Jakarta akan berkurang drastis pada tahun 2016.

Pengurangan itu akan terjadi jika pembangunan sodetan di Sungai Ciliwung selesai pada Maret 2015. "Catatan Banjir pada tahun 1996, 2002, dan 2007 terjadi karena debit yang melewati Bendung Katulampa lebih dari 600 meter kubik per detik. Bahkan, pada tahun 2010 mencapai rekor 630 meter kubik per detik," katanya melalui rilis yang diterima redaksi, Senin 20 Januari 2014.

Dia menjelaskan Katulampa adalah sistem peringatan dini banjir Jakarta (Jakarta Flood Warning System) bagi penduduk Jakarta dan sekitarnya. Adapun lebar bendung 114 meter yang terdiri atas lebar bendung utama 82 meter dan lebar bendung untuk irigasi 32 meter.

Andi Arief mengemukakan, air dari hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung melalui Bendung Katulampa mengalir melalui daerah Depok akhirnya sampai di Pintu Air Manggarai yang terdapat dua pintu utama yang menuju Kali Ciliwung lama, Istana, dan pintu utama ke Kanal Banjir Barat.

Selain posisi geologisnya, menurut dia, ternyata persoalan serius selama ini dihadapi adalah Kanal Banjir Barat dari Pintu Air Manggarai yang memiliki keterbatasan daya tampung yang hanya 290--340 meter kubik per detik.

Dengan demikian, kata Andi Arief, apabila debit air yang tercatat di Bendung Katulampa berkisar antara 275--441 meter kubik per detik, status Jakarta adalah Siaga 2.

"Jika debit air yang tercatat di atas 441 meter kubik per detik, status Jakarta adalah Siaga 1," ucapnya.

Ia menegaskan bahwa status siaga satu dan dua merupakan peringatan kepada warga penduduk DKI Jakarta yang tinggal di bantaran sungai Ciliwung untuk bersiap menghadapi luapan genangan Sungai Ciliwung.

Andi Arief menekankan, laporan informasi tentang perubahan ketinggian muka air dan debit diperbarui setiap setengah jam.

Dijelaskan pula peningkatan debit signifikan di Bendung Katulampa terjadi sejak 1985. Beberapa kali debit air yang melimpas mencapai angka 600 meter kubik per detik.

Guna mengantisipasi luapan banjir Sungai Ciliwung, kata dia, pemerintah pusat telah membangun infrastruktur Kanal Banjir Timur yang didesain untuk membagi beban kiriman dari hulu DAS Ciliwung direncanakan mampu menampung 350 meter kubik detik.

"Pada bulan Maret 2015, pembangunan sodetan ini--sesuai dengan laporan Kementerian Pekerjaan Umum-selesai. Jadi, 2016 banjir akan berkurang drastis," tegasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Riwayat Banjir Besar...
Riwayat Banjir Besar di DKI Jakarta Sejak 1918 Hingga 2020
Jakarta Diancam Banjir,...
Jakarta Diancam Banjir, Tiga Hal Ini Perlu Diantisipasi
Sejumlah Hotel Disiapkan...
Sejumlah Hotel Disiapkan Untuk Tampung Warga Terdampak Banjir
Anies Bocorkan Jurus...
Anies Bocorkan Jurus Atasi Banjir di Kampung Cipinang
Anies Posting Ini di...
Anies Posting Ini di Akun Media Sosial, Antisipasi Banjir Datang
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Berita Terkini
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
7 jam yang lalu
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
7 jam yang lalu
Gen Z Berekspresi, 510...
Gen Z Berekspresi, 510 STUDIOS Bawa Tren Self-Photo ke Lampung Selatan
8 jam yang lalu
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
9 jam yang lalu
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
10 jam yang lalu
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
11 jam yang lalu
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved