Soal banjir, Depok masih kesal dengan DKI
Rabu, 15 Januari 2014 - 18:17 WIB
Soal banjir, Depok masih kesal dengan DKI
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Depok ikut meninjau ambrolnya Situ Pedongkelan yang berada di wilayah Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Meski bukan wilayahnya, Pemerintah Kota Depok merasa perlu untuk melakukan peninjauan, karena lokasi situ bersebelahan dengan Kecamatan Cimanggis.
Selain itu kedatangan Pemerintah Kota Depok juga sebagai bukti Kota Depok bisa diajak kerja sama dengan DKI Jakarta.
Hal itu diungkap oleh Plt Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kota Depok Wijayanto di lokasi, Rabu (15/1/2014).
"Intinya selama ini DKI Jakarta sempat menyalahkan Depok soal banjir, padahal kami (Depok) siap bekerja sama. DKI Jakarta harus kenali wilayah, kenali masalah, masalah air prinsipnya turun ke bawah, kenali masalah Depok enggak hujan, kalau Jakarta hujan tetap banjir kok. Jangan saling menyalahkan," katanya di lokasi, Rabu (15/1/2014).
Selain itu, kata Wijayanto, pembuatan waduk yang diramaikan di media massa hanya berupa wacana yang belum ada kajian teknisnya. DKI juga, lanjut dia, belum mengajukan surat permohonan apapun terkait hal tersebut kepada Pemkot Depok.
"Belum ada rencana itu beli waduk di Depok, Bappeda DKI-nya belum ada kajian kelayakan. Dari Pemda-nya belum surati ke Pemkot Depok, di-blowup terlalu berlebihan, apakah sudah ada di anggarannya, belum ada perencanaan. Kalau serius, ayo tentukan wilayah, sosialisasi, koordinasi, prinsipnya bekerja sama," tantangnya.
Sekadar diketahui, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pernah menuding Depok sebagai 'biang kerok' bencana banjir di DKI Jakarta. Bahkan, kata dia, Pemkot Depok tidak memiliki konsep yang jelas dalam hal pemerian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan kurang memperhatikan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Baca:
Ahok sebut penyebab banjir, Pemkot Depok murka
3 hari situ ambrol, pejabat tinjau lokasi
Meski bukan wilayahnya, Pemerintah Kota Depok merasa perlu untuk melakukan peninjauan, karena lokasi situ bersebelahan dengan Kecamatan Cimanggis.
Selain itu kedatangan Pemerintah Kota Depok juga sebagai bukti Kota Depok bisa diajak kerja sama dengan DKI Jakarta.
Hal itu diungkap oleh Plt Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kota Depok Wijayanto di lokasi, Rabu (15/1/2014).
"Intinya selama ini DKI Jakarta sempat menyalahkan Depok soal banjir, padahal kami (Depok) siap bekerja sama. DKI Jakarta harus kenali wilayah, kenali masalah, masalah air prinsipnya turun ke bawah, kenali masalah Depok enggak hujan, kalau Jakarta hujan tetap banjir kok. Jangan saling menyalahkan," katanya di lokasi, Rabu (15/1/2014).
Selain itu, kata Wijayanto, pembuatan waduk yang diramaikan di media massa hanya berupa wacana yang belum ada kajian teknisnya. DKI juga, lanjut dia, belum mengajukan surat permohonan apapun terkait hal tersebut kepada Pemkot Depok.
"Belum ada rencana itu beli waduk di Depok, Bappeda DKI-nya belum ada kajian kelayakan. Dari Pemda-nya belum surati ke Pemkot Depok, di-blowup terlalu berlebihan, apakah sudah ada di anggarannya, belum ada perencanaan. Kalau serius, ayo tentukan wilayah, sosialisasi, koordinasi, prinsipnya bekerja sama," tantangnya.
Sekadar diketahui, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pernah menuding Depok sebagai 'biang kerok' bencana banjir di DKI Jakarta. Bahkan, kata dia, Pemkot Depok tidak memiliki konsep yang jelas dalam hal pemerian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan kurang memperhatikan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Baca:
Ahok sebut penyebab banjir, Pemkot Depok murka
3 hari situ ambrol, pejabat tinjau lokasi
(mhd)