Diterapi Masudin, belasan siswa Muhammadiyah bisa mendengar

Sabtu, 21 Desember 2013 - 00:15 WIB
Diterapi Masudin, belasan...
Diterapi Masudin, belasan siswa Muhammadiyah bisa mendengar
A A A
Sindonews.com - Meski mendapat tekanan dari banyak pihak, Masudin, terapis tunarungu fenomenal asal Jombang, Jawa Timur, terus melakukan aksi-aksi terapi sosial secara gratis di berbagai daerah. Seperti yang dia lakukan Jumat 20 Desember 2013 siang.

Masudi mendatangi SKB Muhammadiyah, Kelurahan Pulo, Kota Jombang, dan melakukan terapa kepada belasan siswa. Hasilnya, sudah bisa ditebak. Para orang tua wali murid mengaku sangat senang, karena putra-putrinya yang belum pernah bisa mendengar sejak kecil atau tuli total, mendadak bisa mendengar.

Dengan aksi-aksi sosial tersebut, Masudin bercita-cita akan membebaskan para siswa SLB tidak mampu di berbagai daerah dari tunarungunya. Proses terapi dilakukan secara massal dan gratis. Proses terapi juga disaksikan para guru dan orang tua siswa.

Usai diterapi, para orang tua dipersilahkan menguji kemampuan mendengar putra-putrinya secara langsung. Dan hasilnya, para siswa SLB yang mayoritas tuli total sejak kecil ini mendadak bisa mendengar.

Para orang tua siswa-pun mengaku sangat senang dengan terapi gratis Masudin tersebut. Untuk menghindari terjadinya kesalah pahaman, Masudin kembali mengingatkan para wali murid, bahwa terapinya ini bukan sulap.

Sehingga, pasca dia terapi, siswa-siswa SLB ini baru bisa mendengar saja. Tetapi belum bisa mengenal berbagai macam suara dan kata-kata yang kita ucapkan.

Selain itu, karena baru mendengar pertama kali, kemampuan dengar mereka juga masih kecil. Sehingga para orang tua diminta rajin melatih mereka mengenal berbagai macam suara dan kata-kata. Sebab tanpa latihan rutin dan teratur setiap hari, maka proses peningkatan pendengaran siswa-siswi ini akan lamban.

Proses latihan pengenalan suara dan penajaman kemampuan mendengar ini, menurut Masudin diperlukan waktu selama beberapa bulan, tidak bisa secepat kilat seperti orang bermain sulap.

Masudin juga memberi contoh tentang teknik melatih pengenalan suara pada anak-anak SLB tersebut, agar para orang tua bisa melakukannya sendiri di rumah. Dalam beberapa bulan proses latihan seperti ini, akan membantu meningkatkan pendengaran para pasiennya hingga menjadi normal.

Namun jika orang tua tidak mau melatih, proses pendengaran menjadi normal akan sangat lamban. Untuk lebih memantapkan wali murid apakah kondisi pendengaran putra-putrinya membaik pasca dia terapi, masudin mempersilahkan mereka memeriksakannya secara medis atau dilakukan tes audiometri di rumah sakit.

Masudin mengaku, telah menggelar terapi massal secara gratis tidak hanya di Kabupaten Jombang saja. Tetapi juga di berbagai daerah lainnya.

Dengan aksi-aksi sosialnya ini, Masudin bercita-cita akan membebaskan seluruh siswa SLB dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah atas tunarungu yang dideritanya.
(san)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
1 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
1 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
2 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
2 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
4 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
5 jam yang lalu
Infografis
Bina Siswa Nakal di...
Bina Siswa Nakal di Barak Militer, Maarif Institut: Berpotensi Merusak Sistem Pendidikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved