Demo di Bogor, polisi dan mahasiswa baku hantam
Rabu, 04 Desember 2013 - 16:00 WIB
Demo di Bogor, polisi dan mahasiswa baku hantam
A
A
A
Sindonews.com - Aksi unjuk rasa menuntut diusut dugaan korupsi di Kota Bogor berlangsung ricuh. Polisi dan mahasiswa terlibat baku hantam dalam demo tersebut. Seorang mahasiswa yang diduga melaukan pemukulan terhadap polisi langsung diamankan.
Demo yang mendesak agar dugaan korupsi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bidang Transportasi yakni Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) di Kota Bogor di Jalan Wijaya Kusuma Raya, No 72, Sektor 1, Taman Yasmin, Bogor Barat, Kota Bogor, Rabu (4/12/2103) berakhir bentrok.
Awalnya, polisi berusaha memadamkan ban bekas yang dibakar pengunjuk rasa. Mahasiswa yang tidak terima, mencoba menghalangi dan menarik anggota polisi yang membawa air. Salah seorang pengunjukrasa yang diduga sebagai provokator ditangkap petugas karena terlihat memukul Briptu W Adityo.
Para mahasiswa menuntut Direktur Utama (Dirut) PDJT Jonathan mundur karena tidak becus dan diduga banyak melakukan penyelewengan anggaran Rp6 miliar dari APBD 2011-2013.
Lebih lanjut ia menuntut agar dilakukan pengusutan tuntas terkait adanya indikasi korupsi di dalam tubuh PDJT tanpa pandang bulu.
"Kemudian lakukan juga reformasi PDJT," kata kata Kordinator Aksi AMB Anggi Triana.
Kasat Samapta Polres Bogor Kota AKP M Arifin mengatakan pihaknya akan memproses pelaku pemukulan terhadap anggotanya.
"Kita akan proses pengunjukrasa yang terbukti melakukan pemukulan wajah anggota," katanya.
Demo yang mendesak agar dugaan korupsi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bidang Transportasi yakni Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) di Kota Bogor di Jalan Wijaya Kusuma Raya, No 72, Sektor 1, Taman Yasmin, Bogor Barat, Kota Bogor, Rabu (4/12/2103) berakhir bentrok.
Awalnya, polisi berusaha memadamkan ban bekas yang dibakar pengunjuk rasa. Mahasiswa yang tidak terima, mencoba menghalangi dan menarik anggota polisi yang membawa air. Salah seorang pengunjukrasa yang diduga sebagai provokator ditangkap petugas karena terlihat memukul Briptu W Adityo.
Para mahasiswa menuntut Direktur Utama (Dirut) PDJT Jonathan mundur karena tidak becus dan diduga banyak melakukan penyelewengan anggaran Rp6 miliar dari APBD 2011-2013.
Lebih lanjut ia menuntut agar dilakukan pengusutan tuntas terkait adanya indikasi korupsi di dalam tubuh PDJT tanpa pandang bulu.
"Kemudian lakukan juga reformasi PDJT," kata kata Kordinator Aksi AMB Anggi Triana.
Kasat Samapta Polres Bogor Kota AKP M Arifin mengatakan pihaknya akan memproses pelaku pemukulan terhadap anggotanya.
"Kita akan proses pengunjukrasa yang terbukti melakukan pemukulan wajah anggota," katanya.
(ysw)