Adolf Hitler meninggal di Surabaya

Selasa, 03 Desember 2013 - 06:30 WIB
A A A
Teori dr Sosrohusodo pun mendapat perhatian cukup luas di media lokal. Bahkan, teori ini menginspirasi Peter Levenda, penulis Amerika Serikat, untuk menulis sebuah buku mengenai teori ini pada tahun 2012 yang secara efektif membuat klaim dr Sosrohusodo menjadi cukup terkenal di barat.

Mengapa Hitler melarikan diri ke Indonesia?

Menurut seorang penulis buku 'Hitler Mati di Indonesia', Ir KGPH Soeryo Goeritno, banyak pertimbangan mengapa Hitler memilih Indonesia sebagai tempat pelariannya.

Soeryo menjelaskan, kebanyakan bekas tentara Nazi pindah dan kabur ke negara-negara di daerah Amerika Selatan seperti Brasil dan Argentina.

"Hitler sudah tahu masalah itu, oleh karenanya ia tak mau ke Amerika Selatan karena pasti ditemukan oleh tentara dan intelijen AS serta intelijen negara-negara musuhnya," sebut Soeryo.

Menurut Soeryo, Hitler memilih melarikan diri ke Indonesia lantaran memiliki hubungan baik dengan Soekarno. Ia tahu, jika Soekarno merupakan sosok yang tak menyukai imperialisme yang dipelopori Inggris dan Amerika Serikat.

Tak hanya alasan itu saja mengapa Hitler menimbang jika Indonesia merupakan tempat yang cocok untuk pelariannya. Soeryo mengatakan, Indonesia disebut sebagai 'Atlantis yang hilang' oleh Prof Arysio Santos (Pakar Fisika Nuklir dan Geolog Brazil).

"Legenda Atlantis lekat dengan agama Nazi, oleh sebab itu sejak lama Hitler mencarinya. Bahkan tentara Nazi mencari Atlantis hingga ke kutub selatan," jelasnya.

(Sumber: Daily Telegraph; Harian Pikiran Rakyat; Buku 'Hitler Mati di Indonesia')

Baca juga: Indonesia adalah Benua Atlantis yang hilang
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.0860 seconds (10.177#12.26)