Adolf Hitler meninggal di Surabaya

Selasa, 03 Desember 2013 - 06:30 WIB
A A A
Sosro pun mengaku masih ingat betul beberapa percakapannya dengan Poch yang diduga adalah Hitler. Dalam setiap kesempatan, Poch selalu memuji-muji Hitler. Dia juga mengatakan tak ada pembunuhan di Auschwitz, kamp konsentrasi yang diyakini sebagai lokasi pembantaian orang-orang Yahudi.

"Saat saya bertanya soal kematian Hitler, dia mengatakan tak tahu. Sebab, saat itu situasi di Berlin dalam keadaan chaos. Semua orang berusaha menyelamatkan diri masing-masing," kata Sosrohusodo.

Iapun mengaku pernah memeriksa tangan kiri Poch yang selalu bergetar. Saat menanyakan kapan gejala ini mulai terjadi, Poch lalu bertanya pada istrinya. Istrinya pun menjawab, "ini terjadi ketika Jerman kalah di pertempuran dekat Moskow. Saat itu Goebbels mengatakan padamu bahwa kau memukuli meja berkali-kali."

Goebbels yang disebut istri Poch diduga adalah Joseph Goebbe, menteri propaganda Jerman yang dikenal loyal dengan Hilter. Kata Sosro, istri Poch, yang diduga Eva Braun, beberapa kali memanggil suaminya 'Dolf', yang diduga kependekan dari Adolf Hitler.

Beberapa tahun kemudian, ia penasaran dengan kondisi dr Poch. Dr Sosro pun kemudian menghubungi pemerintah setempat. “Semakin saya ditentang, akan semakin keras saya bekerja untuk menemukan bukti-bukti lain,” kata lelaki yang lahir pada tahun 1929 di Gundih, Jawa Tengah itu.

Dari informasi itu diketahui, Poch akhirnya meninggal pada 15 Januari 1970 pukul 19.30 di Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya karena serangan jantung, dalam usia 81 tahun. Dia dimakamkan sehari kemudian di daerah Ngagel. Sementara istrinya terlebih dulu pulang ke negaranya Jerman karena tak cocok dengan udara di Sumbawa.

Menurut penuturan Sosrohusodo, Poch menikah lagi dengan Sulaesih, wanita Sunda asal Bandung yang mengembara ke Sumbawa. Saat sang istri hendak kembali ke Jerman, ia menitipkan dr Poch kepada Sulaesih. Tak lama kemudian, kedua insan yang terpaut usia jauh inipun menikah.

"Sulaesih akhirnya memberi semua dokumen milik suaminya kepada saya, termasuk foto perkawinan, surat izin mengemudi lengkap dengan sidik jari Poch," ungkap Sosro setelah menemui Sulaesih.

Ada juga buku catatan berisi nama-nama orang Jerman yang tinggal di beberapa negara, seperti Argentina, Italia, Pakistan, Afrika Selatan, dan Tibet. Juga beberapa tulisan tangan steno dalan bahasa Jerman Buku catatan Poch berisi dua kode, J.R. KepaD No.35637 dan 35638, kode simbol lelaki dan perempuan.

"Ada kemungkinan buku catatan dimiliki dua orang, Hitler dan Eva Braun," kata Sosro.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.0773 seconds (10.177#12.26)