Ahok ngaku mukanya cocok buat usir orang
Senin, 02 Desember 2013 - 14:31 WIB
Ahok ngaku mukanya cocok buat usir orang
A
A
A
Sindonews.com - Gaya kepemimpinan Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama yang tempramental kerap disebut berbanding terbalik dengan atasannya Joko Widodo.
Meski demikian, pria bercamata yang akrab dipanggil Ahok ini mengaku senang menjalankan perannya yang dicap keras kasar, dan emosional.
"Saya senang memerankan peran seperti ini. Selama Pak Gubernur masih setuju, ya saya kerjakan," katanya dalam acara Rembuk Provinsi 2013 bertajuk 'Bersama Membangun Jakarta Baru' di Hotel Lumire, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2013).
Ahok menjelaskan, perannya yang dicap keras dan tegas banyak membantunya dalam menegakan aturan. Misalnya, mengusir pengusaha yang menduduki lahan di pinggir sungai dan PKL di jalan.
"Pengusaha duduki sungai, kita dipidanakan. Jaksa sudah bersedia, kena tindakan korupsi, memanfaatkan tanah negara," jelasnya.
Mantan Bupati Belitung Timur ini menyadari, gaya kepemimpinannya yang keras dan vokal itu kerap dianggap tidak menyenangkan. Namun, hal itu dilakukan semata-semata demi menegakkan aturan.
"Memang ini tidak menyenangkan, tapi muka saya lebih cocok untuk mengusir orang," tuturnya sambil tertawa.
Dengan gayanya itu, Ahok berjanji akan memenuhi sumpahnya mengantarkan atasannya Joko Widodo menjadi Gubernur yang sukses memimpin Ibukota Jakarta.
"Kalau saya ditanya ikut partai atau Pak Gubernur, saya ikut Gubernur, karena itu janji dan sumpah saya membuat Jokowi menjadi gubernur sukses di DKI," akunya.
Meski demikian, pria bercamata yang akrab dipanggil Ahok ini mengaku senang menjalankan perannya yang dicap keras kasar, dan emosional.
"Saya senang memerankan peran seperti ini. Selama Pak Gubernur masih setuju, ya saya kerjakan," katanya dalam acara Rembuk Provinsi 2013 bertajuk 'Bersama Membangun Jakarta Baru' di Hotel Lumire, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2013).
Ahok menjelaskan, perannya yang dicap keras dan tegas banyak membantunya dalam menegakan aturan. Misalnya, mengusir pengusaha yang menduduki lahan di pinggir sungai dan PKL di jalan.
"Pengusaha duduki sungai, kita dipidanakan. Jaksa sudah bersedia, kena tindakan korupsi, memanfaatkan tanah negara," jelasnya.
Mantan Bupati Belitung Timur ini menyadari, gaya kepemimpinannya yang keras dan vokal itu kerap dianggap tidak menyenangkan. Namun, hal itu dilakukan semata-semata demi menegakkan aturan.
"Memang ini tidak menyenangkan, tapi muka saya lebih cocok untuk mengusir orang," tuturnya sambil tertawa.
Dengan gayanya itu, Ahok berjanji akan memenuhi sumpahnya mengantarkan atasannya Joko Widodo menjadi Gubernur yang sukses memimpin Ibukota Jakarta.
"Kalau saya ditanya ikut partai atau Pak Gubernur, saya ikut Gubernur, karena itu janji dan sumpah saya membuat Jokowi menjadi gubernur sukses di DKI," akunya.
(ysw)