Jokowi minta kepala daerah tak sekadar bicara
Sabtu, 30 November 2013 - 16:12 WIB
Jokowi minta kepala daerah tak sekadar bicara
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meminta kepala daerah lainnya untuk memiliki tujuan dan arah pemerintahan yang jelas bukan hanya sekadar bicara visi-misi.
"Visi itu bisa beda-beda tapi kalau program kerja itu harus jelas dan padat," ujar Jokowi dalam acar semintar Fakultas Kedokteran UnIversitas Indonesia (FK UI), Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (30/11).
Mantan Wali Kota Solo ini meyakini, dengan program yang jelas, gubernur, bupati, wali kota, lurah dan camat dapat memajukan suatu daerah.
"Misalnya waktu menjabat jadi Wali Kota Solo, visi saya berbeda dengan Gubernur Jawa Tengah," terangnya.
Menurut Jokowi, meski berbeda visi yang terpenting bagaimana implementasi program kerja antara provinsi dengan kota atau pusat dengan daerah berjalan di lapangan.
"Yang penting saling memotivasi dan ada sinergitas dari bawah ke atas," jelasnya.
Ia menambahkan, sinergitas antar pemerintahan daerah merupakan kunci pelaksanaan program kerja sehingga meski visi antar kota kabupaten berbeda dalam satu provinsi, tapi pembangunannya tetap merata.
"Itu kuncinya," singkat Jokowi.
"Visi itu bisa beda-beda tapi kalau program kerja itu harus jelas dan padat," ujar Jokowi dalam acar semintar Fakultas Kedokteran UnIversitas Indonesia (FK UI), Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (30/11).
Mantan Wali Kota Solo ini meyakini, dengan program yang jelas, gubernur, bupati, wali kota, lurah dan camat dapat memajukan suatu daerah.
"Misalnya waktu menjabat jadi Wali Kota Solo, visi saya berbeda dengan Gubernur Jawa Tengah," terangnya.
Menurut Jokowi, meski berbeda visi yang terpenting bagaimana implementasi program kerja antara provinsi dengan kota atau pusat dengan daerah berjalan di lapangan.
"Yang penting saling memotivasi dan ada sinergitas dari bawah ke atas," jelasnya.
Ia menambahkan, sinergitas antar pemerintahan daerah merupakan kunci pelaksanaan program kerja sehingga meski visi antar kota kabupaten berbeda dalam satu provinsi, tapi pembangunannya tetap merata.
"Itu kuncinya," singkat Jokowi.
(kri)