Waktu tempuh busway lebih cepat 40 menit
Kamis, 28 November 2013 - 09:14 WIB
Waktu tempuh busway lebih cepat 40 menit
A
A
A
Sindonews.com - Pemberlakuan denda maksimal bagi penerobos busway tampaknya manjur untuk shock therapy pengendara nakal. Kini sebagian besar jalur Transjakarta mulai steril sehingga waktu tempuh armada Transjakarta bisa lebih cepat 40 menit.
Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, Pargaulan Butar Butar mengatakan, percepatan waktu tempuh armada Transjakarta kini antara 20-40 menit dengan laju kecepatan rata-rata 40 kilometer perjam.
"Sebelumnya, laju kecepatan bus Transjakarta di bawah itu," jelasnya saat dihubungi Sindonews, Rabu 27 November 2013.
Percepatan waktu ini, lanjut Pargaulan, bisa dilihat di koridor 1 jurusan Blok M-Kota. Armada yang beroperasi di koridor itu sebelumnya bisa memakan waktu 70 menit. Namun setelah sterilisasi, waktu tempuh armada di koridor terpadat tersebut menjadi 40 menit.
Akibat waktu tempuh lebih cepat, lanjutnya, kini banyak pengendara mobil pribadi beralih ke Transjakarta. Misalnya saja di koridor I, sehari biasanya hanya 50 ribu penumpang kini menjadi 70 ribu orang.
Dengan bertambahnya penumpang ini, Pargaulan berharap, ratusan armada baru segera tiba agar bisa menampung penumpang yang terus bertambah sehingga bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, Pargaulan Butar Butar mengatakan, percepatan waktu tempuh armada Transjakarta kini antara 20-40 menit dengan laju kecepatan rata-rata 40 kilometer perjam.
"Sebelumnya, laju kecepatan bus Transjakarta di bawah itu," jelasnya saat dihubungi Sindonews, Rabu 27 November 2013.
Percepatan waktu ini, lanjut Pargaulan, bisa dilihat di koridor 1 jurusan Blok M-Kota. Armada yang beroperasi di koridor itu sebelumnya bisa memakan waktu 70 menit. Namun setelah sterilisasi, waktu tempuh armada di koridor terpadat tersebut menjadi 40 menit.
Akibat waktu tempuh lebih cepat, lanjutnya, kini banyak pengendara mobil pribadi beralih ke Transjakarta. Misalnya saja di koridor I, sehari biasanya hanya 50 ribu penumpang kini menjadi 70 ribu orang.
Dengan bertambahnya penumpang ini, Pargaulan berharap, ratusan armada baru segera tiba agar bisa menampung penumpang yang terus bertambah sehingga bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
(ysw)