Psikolog tanggapi perseteruan Al-El & Farhat di sosmed

Minggu, 24 November 2013 - 18:02 WIB
Psikolog tanggapi perseteruan...
Psikolog tanggapi perseteruan Al-El & Farhat di sosmed
A A A
Sindonews.com - Merasa tak senang ayahnya terus diserang di media sosial oleh Farhat Abbas soal tabrakan maut yang melibatkan Abdul Qadir Jaelani (Dul) dengan tujuh orang korban tewas, Al dan El bereaksi keras.

Tidak tanggung-tanggung, putera pertama dan kedua pemilik Republik Cinta Managemen ini menantang suami Nia Daniati untuk bertarung di ring tinju.

Menanggapi perseteruan Farhat Abbas dengan dua remaja tersebut, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Diennaryati Tjokrosuprihatono menilai bahwa media sosial sebagai ruang publik sebaiknya dimanfaatkan untuk diskusi atau melempar pernyataan yang positif.

“Namanya sosial media, berarti seluruh publik dapat membaca dan berkomentar. Sehingga kita harus siap menerima komentar apapun di sosial media. Kita tidak dapat mengekang pendapat orang lain,” katanya kepada wartawan, Minggu (24/11/2013).

Dinie, panggilan akrab Pakar Psikologi UI ini, menambahkan bahwa perbedaan dunia lisan dan tulisan seperti sosmed ialah pada intonasinya. Di mana dalam diskusi tulisan, kita tidak dapat menangkap emosi atau intonasi yang disampaikan oleh seseorang.

“Di dalam perbincangan di sosmed, semua orang menggunakan persepsinya masing-masing ketika membaca sebuah teks. Yang bisa jadi, bila didengar langsung secara lisan, maksudnya berbeda dengan apa yang dituliskan,“ jelasnya.

Dini mengingatkan bahwa komentar-komentar positif dan negatif sangat mungkin ditanggapi secara negatif. “Sangat sedikit pengguna sosial media, yang merespon isu secara positif. Lebih banyak yang akan memberikan pernyataan yang justru akan mempertajam konflik. Jarang sekali ada individu yang berkomentar untuk menenangkan suasana," ungkapnya.

Hal ini, kata dia, dapat berbahaya karena dapat berujung pada kasus hukum, ganguan emosi dan sebagainya. Seandainya seseorang memiliki permasalahan khusus kepada orang lain, sebaiknya ketidaknyamanan tersebut disampaikan langsung melalui jaringan pribadi seperti SMS/BB/Email kepada individu yang kita sasar.

"Bukan menyampaikan di hadapan publik, yang sangat mungkin dimanfaatkan oleh orang lain, yang nantinya menjadi sebuah perseteruan yang hebat,” tutup Dinie.
(kri)
Berita Terkait
Banyak Korban Jiwa,...
Banyak Korban Jiwa, Kasus Kecelakaan di Jalan Tol Masih Tinggi
Hati-hati! Ini 4 Faktor...
Hati-hati! Ini 4 Faktor Utama Penyebab Kecelakaan di Jalan Tol
Kecelakaan Maut di Jalan...
Kecelakaan Maut di Jalan Raya Bogor, Seorang Perempuan Tewas
Risiko Kecelakaan Lalu...
Risiko Kecelakaan Lalu Lintas Tinggi, JRP Lakukan Ini
Prancis Ganti Nama Kecelakaan...
Prancis Ganti Nama Kecelakaan Lalu Lintas Fatal Jadi Pembunuhan Lalu Lintas
Polisi Ini Rela Menambal...
Polisi Ini Rela Menambal Jalan Berlubang Demi Mencegah Lakalantas
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
7 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
8 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
8 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
14 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
15 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
16 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved