Dikeluarkan sepihak, 36 pelajar mengadu ke KPAI

Selasa, 12 November 2013 - 21:48 WIB
Dikeluarkan sepihak,...
Dikeluarkan sepihak, 36 pelajar mengadu ke KPAI
A A A
Sindonews.com - Sebanyak 36 pelajar dari Sekolah Menengah Atas (SMA) 46 di Jalan Masjid Darusalam, Jakarta Selatan dikembalikan ke orangtua. Para siswa tersebut dikembalikan kepada orangtua lantaran dituduh oleh pihak kepala sekolah, telah melakukan pembajakan Metromini S 610 jurusan Blok M-Pondok Labu.

Rizaldi (16), siswa kelas 11 yang dikembalikan ke orangtuanya mengatakan, membantah telah membajak Metromini. Dia menceritakan, ketika itu dirinya bersama teman-temannya berjalan secara gerombolan dari halte Blok A menuju Blok S untuk bermain futsal.

Karena kendaraan mereka kurang, akhirnya para siswa itu memutuskan untuk menaiki Metromini. Saat menaiki Metromini, di dalam ada penumpang lainnya yang ikut menumpang, dan para siswa membayar sesuai tarif yang ditentukan.

"Kami tidak pernah melakukan pembajakan Metromini. Kami bayar sesuai tarif dan tidak ada yang membawa senjata tajam," terangnya di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2013).

Lebih lanjut Rizaldi mengatakan, belum sampai lokasi tempat main futsal, dia bersama 35 temannya dihadang oleh pihak kepolisian, selanjutnya pintu Metromini ditutup dan bus tersebut diarahkan ke Polsek Kebayoran Baru. Setelah diperiksa dan tidak ditemukan senjata tajam baik dalam bus tersebut maupun dalam tas para siswa.

"Di kantor polisi kami diintrogari satu persatu, di sana polisi menanyakan seakan-akan kami mau tawuran, padahal kami mau bermain futsal," tegasnya.

Salah seorang orangtua murid, Nina (42) menyayangkan sikap dari Kepala Sekolah yang bertindak arogan terhadap para murid yang dipulangkan. Yang lebih mengejutkan lagi, kepala sekolah mengeluarkan statment bahwa 'Hingga tetes darah terakhir, dirinya tidak akan menerima para murid untuk masuk kembali ke dalam sekolah'.

"Satiri, Kepala Sekolah itu sangat arogan, tidak sepantasnya seorang pendidik berbuat seperti itu," tuturnya.

Nina mengatakan, baik siswa maupun orangtua siswa juga tidak diperkenankan untuk berbicara menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

"Jika memang anak kami bersalah maka hukuman skorsing satu sampai dua minggu sudah cukup mendidik," ucapnya sambil meneteskan air mata di kantor KPAI.

Nina bersama orangtua siswa yang dikeluarkan berjanji akan melanjutkan kasus ini ke ranah hukum. "Jika memang kepala sekolah masih bertahan dengan sikapnya, kami para orangtua akan membawa kasus ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)," tuturnya.

Sementara itu, Apong Herlina, Wakil Ketua KPAI juga menyayangkan sikap kepala sekolah yang mengembalikan anak didik mereka. Pasalnya dari keterangan siswa yang datang ke KPAI menceritakan kronologinya bahwa mereka tidak ada membajak metromini.

"Ngebak Metromini dari mana, mereka saja naik bayar dan tidak ada yang bawa senjata tajam, kenapa malah dibilang ngebajak," ucapnya.

Kedepannya KPAI akan memanggil pihak kepala sekolah untuk meminta klarifikasi terkait pemulangan anak murid ke orang tua. "Seharusnya kepala sekolah mau mendengar omongan murid dan orang tua bukan keputusan sepihak," tuturnya.
(mhd)
Berita Terkait
Gagal Tawuran, Pelajar...
Gagal Tawuran, Pelajar Ini Mewek Saat Dijemput Orang Tuanya di Kantor Polisi
Ditangkap Polisi, 25...
Ditangkap Polisi, 25 Pelajar di Bekasi Berlutut Minta Maaf kepada Orang Tua
Antisipasi Tawuran Pelajar...
Antisipasi Tawuran Pelajar dengan Pendidikan Karakter di Sekolah
Razia Pelaku Tawuran...
Razia Pelaku Tawuran Pelajar di Serang, Polisi Amankan Celurit hingga Samurai
Rekaman Tawuran Pelajar...
Rekaman Tawuran Pelajar SMP di Sukabumi Tersebar, Diduga Akan Dijadikan Konten Medsos
Tawuran di Bogor, 2...
Tawuran di Bogor, 2 Pelajar Terluka Kena Sabet
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
8 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
9 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
9 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
15 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
16 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
18 jam yang lalu
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved