Mabuk, imigran gelap dikeroyok karena ngamuk di masjid

Kamis, 07 November 2013 - 17:53 WIB
Mabuk, imigran gelap...
Mabuk, imigran gelap dikeroyok karena ngamuk di masjid
A A A
Sindonews.com - Adam Khan (31) imigran gelap asal Pakistan yang tengah mencari suaka politik ke negara ketiga (Australia) nyaris tewas dikeroyok puluhan warga Kampung Sampay RT 03/05, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu 6 November 2013.

Aksi pengeroyokan dilakukan karena pria yang baru tinggal empat bulan di kawasan Puncak ini, mabuk parah dan mengacak-acak rumah tokoh agama dan masjid di kampung tersebut.

Kepala Unit Sabhara Polsek Cisarua Aiptu Asep RM mengatakan, peristiwa pengeroyokan terhadap Warga Negara Asing (WNA) itu, terjadi sekira pukul 01.30 WIB, saat Adam dalam kondisi mabuk parah tiba-tiba masuk ke rumah Ustad S Muhidin, salah seorang tokoh agama setempat.

"Dia (Adam) masuk ke rumah melalui pintu dapur yang tidak terkunci, mengamuk dan mengacak-acak perabot dapur. Pelaku juga membakar HP milik penghuni rumah," katanya saat ditemui di Kantor Imigrasi Bogor, Kamis (7/11/2013).

Tak hanya itu pelaku juga masuk kedalam masjid yang berada tepat disamping rumah S Muhidin. Di dalam masjid itu pelaku juga membuat kegaduhan dan membawa lari tongkat mimbar yang biasa digunakan untuk ceramah.

"Kejadian tersebut memancing kemarahan penghuni rumah dan warga sekitar," katanya.

Tak terima, ada orang asing mabuk yang mengacak-acak masjid, puluhan warga sekitar langsung berkerumun dan mengeroyoknya.

"Warga yang kesal dengan perbuatan pelaku langsung menarik imigran mabuk itu ke luar masjid dan memukulinya," katanya.

Beruntung, aksi main hakim sendiri itu dapat dicegah oleh ketua RT setempat, sehingga nyawa pelaku dapat diselamatkan dan diserahkan pada petugas Kepolisian Sektor Cisarua.

"Pelaku sempat kita tahan satu malam di sel Mapolsek Cisarua, namun karena tidak ada warga yang mau melaporkan aksinya tersebut, kami pun membawa pelaku ke Kantor Imigrasi Kota Bogor, " katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penindakan Kantor Imigrasi Bogor Andika Pandu Kurniawan mengatakan, pelaku adalah imigran gelap alias tidak mengantungi dokumen-dokumen keimigrasian.

"Dia merupakan imigran gelap. Bahkan tidak masuk dalam daftar imigran yang masuk dalam pengawasan, namun yang bersangkutan sempat memiliki kartu dari UNHCR," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya saat ini belum bisa mengambil tindakan atau mendeportasi imigran gelap tersebut ke negara asalnya karena dilindungi oleh UNHCR dan memiliki kekebalan hukum dan HAM.
(ysw)
Berita Terkait
Waspada, Kriminalitas...
Waspada, Kriminalitas Intai Pesepeda
Kriminalitas Jalanan...
Kriminalitas Jalanan Picu Ketakutan Masyarakat
Saatnya Deteksi Dini...
Saatnya Deteksi Dini Kriminalitas Remaja
Jangan Acuhkan Potensi...
Jangan Acuhkan Potensi Kasus Kriminalitas Jalanan
Waspada Penipuan, Kriminalitas...
Waspada Penipuan, Kriminalitas Digital Terus Mengintai
Pandemi Membuat Anomali...
Pandemi Membuat Anomali Kriminalitas Jelang Ramadan
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
1 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
2 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
2 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
8 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
9 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
11 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved