Ditolak, 5 tahun kedepan MRT baru bisa dirasakan
Rabu, 06 November 2013 - 22:53 WIB
Ditolak, 5 tahun kedepan MRT baru bisa dirasakan
A
A
A
Sindonews.com - Paska diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, proses pembangunan Mass Rapit Transit (MRT) sudah mulai dilakukan. Pembangunan itu sepanjang Jalan Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI) mulai dibongkar.
Di kawasan Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, jalur reguler sudah diperluas, hal ini dimaksudkan untuk menambah kapasitas jalan di kawasan tersebut.
Direktur Utama (Dirut) MRT Dono Bustomi mengatakan, pembangunan jalur MRT bukanlah proyek kecil yang hanya memakan waktu satu sampai dua tahun. Namun proyek ini bisa mencapai lima tahun. Untuk itu dirinya berjanji akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Pehubungan, dan Pihak Kepolisian.
Pembangunan MRT, menurutnya, satu solusi untuk mengatasi kemacetan. Saat ini dirinya mengakui masih ada penolakan dari warga yang mengatasnamakan Masyarakat Peduli MRT, dimana sebagian masyarakat mempertanyakan Analisis Dampal Lingkungan dan lalu-lintas, sebab pembangunan ini pasti membawa dampak besar terhadap lalu lintas di Ibu Kota.
Apalagi jalur yang dibangun adalah Jalur protokol dimana setiap harinya selalu terjadi kemacetan. "Kita tidak bisa menghindari hal tersebut, tapi lima tahun kedepan kita akan merasakannya," ucapnya di Jakarta, Rabu (6/11/2013).
Dono juga berjanji, akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar bisa mencari alternatif kendaraan saat pembangunan dilakukan. Menurutnya, pihak MRT sudah melakukan sosialisasi mulai dari penyebaran 120.000 leafleat, dan ratusan spanduk di sepanjang Jalan Antasari.
Namun, kata dia, spanduk yang tersisa saat ini hanya ada 25 persen. "Ada sekira 200 spanduk, dan saat ini hanya tinggal 50," ucapnya.
Di kawasan Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, jalur reguler sudah diperluas, hal ini dimaksudkan untuk menambah kapasitas jalan di kawasan tersebut.
Direktur Utama (Dirut) MRT Dono Bustomi mengatakan, pembangunan jalur MRT bukanlah proyek kecil yang hanya memakan waktu satu sampai dua tahun. Namun proyek ini bisa mencapai lima tahun. Untuk itu dirinya berjanji akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Pehubungan, dan Pihak Kepolisian.
Pembangunan MRT, menurutnya, satu solusi untuk mengatasi kemacetan. Saat ini dirinya mengakui masih ada penolakan dari warga yang mengatasnamakan Masyarakat Peduli MRT, dimana sebagian masyarakat mempertanyakan Analisis Dampal Lingkungan dan lalu-lintas, sebab pembangunan ini pasti membawa dampak besar terhadap lalu lintas di Ibu Kota.
Apalagi jalur yang dibangun adalah Jalur protokol dimana setiap harinya selalu terjadi kemacetan. "Kita tidak bisa menghindari hal tersebut, tapi lima tahun kedepan kita akan merasakannya," ucapnya di Jakarta, Rabu (6/11/2013).
Dono juga berjanji, akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar bisa mencari alternatif kendaraan saat pembangunan dilakukan. Menurutnya, pihak MRT sudah melakukan sosialisasi mulai dari penyebaran 120.000 leafleat, dan ratusan spanduk di sepanjang Jalan Antasari.
Namun, kata dia, spanduk yang tersisa saat ini hanya ada 25 persen. "Ada sekira 200 spanduk, dan saat ini hanya tinggal 50," ucapnya.
(mhd)