Kejahatan meningkat di Makassar, kapolsek terancam dicopot

Senin, 04 November 2013 - 14:12 WIB
Kejahatan meningkat...
Kejahatan meningkat di Makassar, kapolsek terancam dicopot
A A A
Sindonews.com - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wisnu Sanjaja, mengaku berang dengan semakin tingginya angka kejahatan di Kota Daeng.

Olehnya itu, dalam dua bulan terakhir ini, pihaknya memperingatkan seluruh Kapolsek di Makassar untuk bisa menekan dan menangkap aksi pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat.

Kejahatan tersebut diantaranya pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian pemberatan (curat), serta kasus pencurian kekerasan (curas) atau perampokan.

"Kita beri waktu dua bulan kepada seluruh Kapolsek untuk menangkap pelakunya. Tentu ada reward dan punishman kepada Kapolsek yang berhasil dan paling sedikit menangkap pelaku kejahatan," kata Wisnu Sanjaja kepada SINDO, Senin (4/11/2013).

Reward tersebut berupa hadiah kendaraan bermotor dan peralatan kantor untuk operasional. Sedangkan punishman kepada Kapolsek yang dinilai gagal, yakni pencopotan.

"Kapolsek yang gagal, akan dijadikan perhatian. Akan kita dievaluasi Kapolseknya, berarti dia tak mampu bekerja," pungkas Kapolrestabes.

Selain itu, kata perwira menengah Polri ini, pihaknya juga telah memerintahkan kepada seluruh jajarannya mengintensifkan operasi penertiban geng motor dan premananisme di titik-titik rawan.

Khusus geng motor, operasi dipusatlkan di Jalan Veteran dan Jalan Bandang, yang kerap dijadikan sebagai lokasi balap liar.

Sedangkan operasi premanisme dilaksanakan di sejumlah titik pusat keramaian dan pusat perbelanjaan di Kota Makassar.

"Operasi geng motor, premanisme, serta minuman keras (miras) kita gelar setiap hari, khususnya menjelang pergantian tahun nanti," bebernya.

Wisnu menyebutkan, operasi tersebut memang tidak akan menghilangkan aksi kejahatan di Makassar. Namun, minimal razia ini bisa menekan kasus-kasus yang meresahkan masyarakat.

Dari catatan SINDO, wilayah di Kota Makassar yang rawan kejahatan, diantaranya wilayah hukum Polsekta Panakkukang, Tamalate, Rappocini, Makassar, serta Ujung Pandang.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polrestabes, AKBP M Ridwan, menambahkan operasi tersebut akan dilaksanakan secara acak di wilayah yang dianggap rawan.

"Khusus wilayah rawan akan diback-up Polrestabes. Yang lainnya dilaksanakan langsung oleh masing-masing Polsekta," ujar Ridwan.
(rsa)
Berita Terkait
Waspada, Kriminalitas...
Waspada, Kriminalitas Intai Pesepeda
Kriminalitas Jalanan...
Kriminalitas Jalanan Picu Ketakutan Masyarakat
Saatnya Deteksi Dini...
Saatnya Deteksi Dini Kriminalitas Remaja
Pandemi Membuat Anomali...
Pandemi Membuat Anomali Kriminalitas Jelang Ramadan
Waspada Penipuan, Kriminalitas...
Waspada Penipuan, Kriminalitas Digital Terus Mengintai
Jangan Acuhkan Potensi...
Jangan Acuhkan Potensi Kasus Kriminalitas Jalanan
Berita Terkini
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
3 menit yang lalu
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
5 menit yang lalu
Gen Z Berekspresi, 510...
Gen Z Berekspresi, 510 STUDIOS Bawa Tren Self-Photo ke Lampung Selatan
32 menit yang lalu
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
1 jam yang lalu
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
2 jam yang lalu
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved