Rapat pleno penetapan DPT DIY berlangsung alot

Sabtu, 02 November 2013 - 18:51 WIB
Rapat pleno penetapan...
Rapat pleno penetapan DPT DIY berlangsung alot
A A A
Sindonews.com - Rapat pleno penetapan kembali daftar pemilih tetap (DPT) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di Hotel Santika Yogyakarta, berlangsung alot.

Hal ini karena KPU DIY belum memberikan data DPT perbaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota dan kabupaten kepada partai politik (parpol).

Terutama yang menyangkut verifikasi dan validitas DPT tersebut. Sehingga sebelum ada kesepakatan penetapan, terjadi perbedaan pendapatan antara perwakilan parpol dan KPU.
Selain itu, perwakilan parpol juga menginginkan data secara rinci DPT tersebut.

Sedangkan dari penetapan DPT diketahui untuk DPT DIY berkurang. Dibandingkan dengan DPT perubahan 20 Oktober lalu, yakni 2.736.063 pemilih menjadi 2.731.808 pemilih atau berkurang 4.181 pemilih pada DPT perbaikan, 2 November.

“Kami minta data rinci tertulis sampai tingkat TPS, sehingga mengetahui daerah mana saja uang terjadi perubahan DPT, tidak hanya secara umum,” ungkap perwakilan PPP Bambang Aris kepada wartawan, di Yogyakarta, Sabtu (2/11/2013).

Bambang mengatakan, data tersebut sangat diperlukan, bukan hanya untuk laporan kepada pengurus parpol di tingkat pusat, namun juga akan menjadi acuan saat KPU pusat melakukan penetapan DPT, Senin 4 November 2013.

Sehingga, bila itu tidak ada apa yang akan mereka laporkan ke pusat. “Karena itulah kami minta baik softcopy maupun hardcopy dapat diberikan sebelum tanggal tersebut,” tandasnya.

Masalah lain yang muncul, adalah soal masih banyaknya warga yang hingga sekarang belum masuk DPT, baik warga DIY maupun mahasiswa yang sekarang sedang menunut ilmu di DIY. Bahkan untuk warga DIY yang belum terdata bukan hanya mereka yang sekarang posisinya di luar DIY, namun warga yang berada di daerah tersebut juga ada yang belum terdata.

Untuk data tersebut perwakilan parpol siap memberikan data kepada KPU siapa saja yang belum masuk DPT. “Kami juga menanyakan untuk mahasiswa di DIY , dari jumlah tersebut berapa persen warga DIY dan luar DIY,” kata perwakilan PAN Imam Sujangi.

Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan mengakui untuk pemberian data dari KPU ke parpol memang menjadi persoalan, terutama data dalam bentuk digital atau hardcopy. Sebab untuk data tersebut terkendala dalam proses pengadaan yaitu membutuhkan waktu tiga hari.

Namun untuk data dalam bentuk softcopy akan segera diberikan. “Untuk data hardcopy kami akan usahakan dalam dua hari ini sudah bisa kami berikan,” janjinya.

Hamdan menjelaskan, meski DPT sudah ditetapkan, namun dipastikan tetap akan ada perubahan. Baik pengurangan maupun penambahan. Untuk pengurangan, seperti ada yang meninggal dunia dan pindah domisili atau penyebab lainnya. Untuk penambahan bisa karena ada yang belum masuk DPT.

“Mereka yang masih tercecer akan masuk dalam daftar pemilih khusus (DPK), untuk perubahan ini akan berlangsung hingga Maret 2014,” paparnya.
(maf)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
1 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
2 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
3 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
3 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
4 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved