Ditertibkan, anjal di Solo kalang kabut

Rabu, 30 Oktober 2013 - 15:45 WIB
Ditertibkan, anjal di...
Ditertibkan, anjal di Solo kalang kabut
A A A
Sindonews.com - Tim gabungan dari Satpol PP, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi sedianya merazia anak jalanan (Anjal) yang biasa mangkal di persimpangan jalan. Namun, menangkap para anjal itu tidak mudah.

Akhirnya, tim hanya membawa belasan pengamen, gelandangan dan orang terlantar (PGOT).

Razia itu digelar lantara di Solo akhir-akhir ini terlihat banyak anjal berkeliaran. Rencananya, anjal yang terjaring akan dibina di Panti Asuhan Pamardi Yoga sekaligus disekolahkan.

Namun, tim yang dibagi dua kelompok ini hanya mengamankan dua anak jalanan dan belasan PGOT. Setiap kali aparat mendekat, pengamen dan pengemis anak berhasil melarikan diri.

“Hanya dua (anjal) yang terjaring. Sebagian besar berhasil kabur. Dua anak berusia di bawah umur ini diamankan dari lampu merah Pasar Kliwon (Jalan Kapten Mulyadi) dan lampu merah Gading (Jalan Veteran),” terang anggota tim penertiban dari Bagian Keperawatan Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Kentingan, Witarso Rabu (30/10/2013).

Dari belasan PGOT, terdeteksi tiga di antaranya menderita psikotis alias orang gila.

Seluruh hasil tangkapan didata untuk kemudian ditangani sesuai kondisi riil. Dinsosnakertrans menyerahkan orang gila ke RSJD dan Griya PMI, sedangkan untuk gelandangan asal luar kota langsung dipulangkan ke kampung halamannya.

Pantauan Sindonews.com, petugas terpaksa melumpuhkan seorang PGOT di Jalan Slamet Riyadi dengan suntikan penenang karena sulit diajak bekerja sama.

Seorang petugas mengalami luka ringan saat mencoba melumpuhkan pria berpakaian kumal itu. Usai mengangkutnya ke mobil RSJD, tim kemudian melanjutkan operasi ke simpang empat Panggung.

Tanpa dikomando, para pengamen dan pengemis anak-anak lari tunggang langgang saat tim tiba. Petugas berusaha mengejar, namun kalah lincah.
Dalam penertiban itu, petugas mengamankan PGOT antara lain di Monumen 45 Banjarsari dan seputar Jembatan Komplang, Nusukan.

Kasi Rehabilitasi Bidang Sosial Disnosnakertrans Bambang Yunianto menduga anak-anak jalanan hanya dimanfaatkan orang dewasa. Dinsosnakertrans berupaya menelusuri jaringan tersebut dengan mengorek keterangan dari anjal.

“Sangat ironis, anak-anak di bawah usia 12 tahun mengamen dan mengemis. Kami akan mendatangkan orangtuanya, supaya jelas. Mengapa mereka tega melepaskan anak-anak ini ke jalanan?” kata dia.

Jika alasan utama untuk membiayai sekolah, Dinsosnakertrans menawarkan pendidikan gratis yang dikelola Panti Asuhan Pamardi Yoga.
(lns)
Berita Terkait
10 Gelandangan dan Pengemis...
10 Gelandangan dan Pengemis di Salatiga Terjaring Operasi Yustisi
Pemkot Jaktim Razia...
Pemkot Jaktim Razia 38 Lokasi Rawan Gelandangan dan Pengemis
Gelandangan Ini Bawa...
Gelandangan Ini Bawa Uang Rp12 Juta saat Terjaring Dinsos Jaksel
Anjal dan Gepeng Marak...
Anjal dan Gepeng Marak di Makassar Jelang Tahun Baru
Ditampung di GOR Cengkareng,...
Ditampung di GOR Cengkareng, Puluhan PMKS Jalani Rapid Test Corona
Negara-negara dengan...
Negara-negara dengan Jumlah Gelandangan Terbanyak di Dunia, Nomor 5 Tak Disangka
Berita Terkini
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
41 menit yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
53 menit yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
1 jam yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
1 jam yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved