Ahok dukung Kejari Jaktim ringkus Lurah & Bendahara Ceger
Minggu, 13 Oktober 2013 - 17:05 WIB
Ahok dukung Kejari Jaktim ringkus Lurah & Bendahara Ceger
A
A
A
Sindonews.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur, Jumat 11 Oktober 2013 lalu menahan Lurah Ceger Fadly Lubis dan Bendaharanya Zaitul Akmam, terkait kegiatan pengadaan barang dan jasa Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung tahun anggaran 2012 yang diduga fiktif.
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendukung, langkah Kejari Jakarta Timur melakukan penangkapan terhadap dua orang anak buahnya yang terindikasi korupsi.
"Bagus itu, biarkan kejaksaan yang memproses mereka," kata Ahok usai memberikan Piala Wagub kepada jemaat GPIB Menara Iman, di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (13/10/2013).
Menurut Ahok, adanya indikasi korupsi di kalangan pejabat kelurahan tersebut sudah dideteksi sejak lama. Maka dari itu, siapapun pejabat Pemprov DKI yang masih 'bermain' harus segera dibereskan. "Memang ini kasus lama. Siapapun yang bermain harus ditangkap," tegasnya.
Ia menilai, sejauh ini aparat hukum baik Kepolisian dan kejaksaan sudah bekerja dengan baik, dalam meringkus orang-orang yang terindikasi korupsi. "Saya kira kejaksaan dan polisi sudah bekerja dengan baik," singkatnya.
Ahok berharap, dengan penangkapan seperti ini, pejabat yang berencana hendak mencoba 'bermain' bisa mengurungkan niat dan bertobat.
"Saya kira penangkapan-penangkapan ini sangat bagus. Pejabat yang berpikir mau 'main' bisa bertobat," pungkasnya.
Klik di sini untuk terkait.
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendukung, langkah Kejari Jakarta Timur melakukan penangkapan terhadap dua orang anak buahnya yang terindikasi korupsi.
"Bagus itu, biarkan kejaksaan yang memproses mereka," kata Ahok usai memberikan Piala Wagub kepada jemaat GPIB Menara Iman, di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (13/10/2013).
Menurut Ahok, adanya indikasi korupsi di kalangan pejabat kelurahan tersebut sudah dideteksi sejak lama. Maka dari itu, siapapun pejabat Pemprov DKI yang masih 'bermain' harus segera dibereskan. "Memang ini kasus lama. Siapapun yang bermain harus ditangkap," tegasnya.
Ia menilai, sejauh ini aparat hukum baik Kepolisian dan kejaksaan sudah bekerja dengan baik, dalam meringkus orang-orang yang terindikasi korupsi. "Saya kira kejaksaan dan polisi sudah bekerja dengan baik," singkatnya.
Ahok berharap, dengan penangkapan seperti ini, pejabat yang berencana hendak mencoba 'bermain' bisa mengurungkan niat dan bertobat.
"Saya kira penangkapan-penangkapan ini sangat bagus. Pejabat yang berpikir mau 'main' bisa bertobat," pungkasnya.
Klik di sini untuk terkait.
(stb)