Anak-anak di Pekanbaru dipaksa kerja & disiksa di pabrik

Sabtu, 12 Oktober 2013 - 01:18 WIB
Anak-anak di Pekanbaru...
Anak-anak di Pekanbaru dipaksa kerja & disiksa di pabrik
A A A
Sindonews.com - Kasus perbudakan tidak hanya terjadi di Tangerang, Banten. Tetapi juga di Pekanbaru, Riau, Sumatera. Seorang anak di bawah umur Arnelia (14) di Pekanbaru, Riau, tidak hanya dijadikan budak oleh penyalur tenaga kerja. Tetapi juga dianiaya.

Pengakuan paman korban Nasoalia (26), penganiyaan terjadi di rumah tempat penyaluran bernama Era Mitra Bersama yang berlokasi di RT2/RW12, Kelurahan Tengkerang Tengah, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.

"Pengakuan dari ponakan saya, dia dianiaya dengan cara dibanting. Dia berhasil menyelamatkan diri," katanya, kepada wartawan, di Pekanbaru, Riau, Jumat (11/9/2013).

Dia menuturkan, penganiyaan itu dilakukan karena ponakannya tidak bisa kerja lagi setelah mengalami sakit. Saat itu, dia baru dua minggu bekerja sebagai buruh di pabrik roti, di kawasan Pekanbaru.

"Dia dipaksa bekerja. Namun akhirnya dia dipulangkan ke tempat penyalurannya. Di sana, pemilik yayasan penyalur Ibu Era memarahinya. Kemudian ponakan saya dipaksa bekerja di rumah makan. Tapi karena fisiknya tidak kuat, dia dikembalikan pemilik rumah makan. Ponakan saya minta pulang, nah di sanalah Ibu Era membantingnya," ungkapnya.

Anelia sendiri bisa melarikan diri setelah diselamatkan warga sekitar. Ketika ditanya mengapa dia sampai dipekerjakan di sana? Nasoalia mengaku bahwa keponakannya dijemput seseorang yang mengaku teman ayah korban untuk suatu urusan.

Namun keterangan itu dibantah ayah korban Artinusulu. Dia menyatakan, tidak ada yang menyuruh untuk menjemput anaknya dan tidak pernah ada yang mengizinkan anaknya untuk bekerja di pabrik. Sebab, dia masih di bawah umur.

"Arnelia dibawa dari rumahnya di Marpoyan oleh salah satu anggota penyalur. Dia pamit pada ibunya. Tapi entah kenapa, ibu korban bisa terpegaruh oleh pelaku," tandasnya.

Terkait kasus penganiayaan tersebut, pihak keluarga mengaku sudah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. "Namun sejauh laporan kami di Polsek Bukit Raya itu belum ada tindak lanjutnya. Padahal, sejumlah alat bukti termasuk hasil visum sudah kita serahkan," terangnya.

Sementara menurut keterangan warga, bahwa tidak hanya Arnelia saja yang merupakan pekerjakan di bawah umur, banyak pekerja lainnya di bawah umur dan bernasib hampir sama Arnelia.

"Kadang ada laki sering membawa anak-anak pakai mobil dan semua masih anak di bawah umur masuk ke yayasan itu. Kita sering mempertanyakan, tapi mereka cuek. Kita sering melihat anak-anak itu minta tolong, dan beberapa kali kita selamatkan," ungkap Nila yang juga istri RW 12 yang rumahnya, persis di depan yayasan tersebut.
(san)
Berita Terkait
Menaker Ungkap 3 Langkah...
Menaker Ungkap 3 Langkah Wujudkan Hasil Konferensi Perburuhan Dunia
Dapat Dukungan Nyapres,...
Dapat Dukungan Nyapres, Ganjar Ajak KSPSI Bahas Agenda Perburuhan
Kembali Potong Pajak...
Kembali Potong Pajak Impor, Inggris Kecualikan Pelanggar HAM dan Perburuhan
Jumhur Hidayat Janji...
Jumhur Hidayat Janji Peraturan Perburuhan Dirombak jika Anies-Muhaimin Menang Pilpres
KSPSI ATUC Kirim Delegasi...
KSPSI ATUC Kirim Delegasi ke Sidang Perburuhan Dunia ILC ke-114 di Jenewa
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
6 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
6 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
7 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
7 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
9 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved