Di gerobak angkringan Danu ditemukan 10.560 pil trihex

Jum'at, 04 Oktober 2013 - 21:38 WIB
Di gerobak angkringan...
Di gerobak angkringan Danu ditemukan 10.560 pil trihex
A A A
Sindonews.com - Seorang penjual warung angkringan atau nasi kucing, Danu Sasongko (21), ditangkap petugas Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Semarang karena mengedarkan obat keras jenis trihexphenidyl atau dikenal pil trihex.

Warga Jalan Banowati Selatan IV nomor 162, RT02/RWXI, Kelurahan Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara ini biasa menjual trihex di warung nasi kucing tempatnya bekerja di Jalan Tanjung, Kecamatan Semarang Tengah.

Barang bukti yang diamankan, 10.560 butir pil trihex. Tersangka ditahan, dan dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 196 dan 197 Undang - Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancamannya hingga 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar.

"Saya dapat dari kenalan, namanya Boby. Beli Rp650 ribu, keuntungannya sampai 100 persen. Biasa beli Rp130 ribu per boks isi 100 butir. Satu plastik kecil isi 10 butir saya jual kembali Rp13 ribu," kata tersangka saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Jumat (4/10/2013).

Meski tak memiliki keahlian di bidang farmasi, tersangka nekat melayani konsumennya yang rata - rata anak jalanan hingga pelajar. "Biasanya yang beli itu teman - teman sendiri," tambahnya.

Kapolrestabes Semarang, Komisaris Besar Djihartono, mengatakan penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat terkait adanya warung angkringan yang menyediakan pil trihex.

"Tersangka ditangkap Kamis (3/10) sekira pukul 22.00 WIB. Kami juga amankan barang bukti," katanya.

Pil trihex itu, disembunyikan di laci gerobak nasi kucing. Barang bukti, terinci; 10 kaleng masing - masing berisi 1.000 butir, 5 blok masing - masing 100 butir dan enam klip masing - masing berisi 10 butir.

"Kami juga amankan uang tunai Rp2,3 juta hasil penjualan trihex, sebuah ponsel android merek Mito, dan bekas bungkus trihex," lanjutnya.

Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto, menambahkan pihaknya akan menelusuri siapa pemasok atau kemungkinan apotik tempat tersangka membeli trihex dalam jumlah besar.

"Tersangka kami tahan. Hukumannya bisa 15 tahun itu. Trihex itu berbahaya jika diminum tidak sesuai dosis, tanpa resep. Efeknya bisa teler, ini jadi salah satu pemicu terjadinya tindak kriminal," tandasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
40 menit yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
2 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
3 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
3 jam yang lalu
2 Pemuda di Depok Ditangkap,...
2 Pemuda di Depok Ditangkap, Celurit hingga Airsoft Gun Disita Polisi
3 jam yang lalu
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
13 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved