Setiap dua hari mati lampu, warga Garut mengeluh
Senin, 23 September 2013 - 13:33 WIB
Setiap dua hari mati lampu, warga Garut mengeluh
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah warga di Perumahan Buana Putra, Desa Sindanglaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, lagi-lagi mengeluhkan seringnya pemadaman listrik secara sepihak oleh PLN. Warga menduga, buruknya jaringan listrik di kawasan mereka tinggal menjadi penyebab rutinnya pemadaman tersebut.
Seorang warga, Agus (33), mengaku kecewa atas seringnya listrik padam. Ia mengakatakan, seringnya pemadaman telah menghambat seluruh aktivitas rumah tangganya di rumah.
“Misalnya hari ini listrik nyala atau tidak padam. Nanti dua hari kemudian listriknya padam. Selalu begitu. Bila dihitung-hitung dalam satu minggu, pemadaman ini bisa terjadi empat kali. Berarti kalau ditotal selama satu bulan terakhir ini, padamnya listrik sudah terjadi sekira 16 kali,” kata Agus, Senin (23/9/2013).
Tidak hanya terjadi secara berulang-ulang dalam jarak satu atau dua hari, ia pun mengaku dibuat kesal oleh lamanya durasi pemadaman. Terakhir, sebut Agus, listrik padam sejak pukul 17.00 – 02.00 WIB, atau selama sembilan jam.
“Kami memaklumi kalau durasinya sebentar. Ini hingga berjam-jam. Pemadaman listrik juga pernah terjadi pada pagi hingga siang hari. Namun rutinnya selalu terjadi dari sore hingga malam. Saya pikir, pemadaman ini seperti sudah dijadwalkan oleh PLN. Hari Sabtu atau Minggu, itu sudah pasti listriknya padam. Saya kira, jaringan listrik untuk ke perumahan kami ini memang buruk,” sebutnya.
Seorang warga lainnya, Utep Syarifudin (38), mengungkapkan hal yang sama. Ia mengaku heran dengan seringnya pemadaman listrik di perumahan tempat dirinya tinggal.
“Anehnya, kampung-kampung tetangga yang berbatasan langsung dengan perumahan kami listriknya selalu nyala, tidak pernah padam. Bisa dilihat dari lampu-lampu luar rumah mereka. Hanya perumahan tempat saya tinggal ini saja yang sering padam,” katanya.
Utep sendiri mengaku bosan bila harus menghubungi PLN Cibatu Garut untuk mengeluhkan pemadaman listrik tersebut. Menurutnya, upaya ini tidak pernah ditanggapi serius oleh PLN.
“Buktinya, listrik selalu padam di beberapa hari keesokannya. Jadinya saya bosan sendiri. Saya harap, PLN jangan suka membeda-bedakan karena pemadaman hanya terjadi di lingkungan perumahan yang jumlah KK-nya (kepala keluarga) sedikit. Kami juga pelanggan PLN yang sama-sama bayar listrik,” keluhnya.
Seorang warga, Agus (33), mengaku kecewa atas seringnya listrik padam. Ia mengakatakan, seringnya pemadaman telah menghambat seluruh aktivitas rumah tangganya di rumah.
“Misalnya hari ini listrik nyala atau tidak padam. Nanti dua hari kemudian listriknya padam. Selalu begitu. Bila dihitung-hitung dalam satu minggu, pemadaman ini bisa terjadi empat kali. Berarti kalau ditotal selama satu bulan terakhir ini, padamnya listrik sudah terjadi sekira 16 kali,” kata Agus, Senin (23/9/2013).
Tidak hanya terjadi secara berulang-ulang dalam jarak satu atau dua hari, ia pun mengaku dibuat kesal oleh lamanya durasi pemadaman. Terakhir, sebut Agus, listrik padam sejak pukul 17.00 – 02.00 WIB, atau selama sembilan jam.
“Kami memaklumi kalau durasinya sebentar. Ini hingga berjam-jam. Pemadaman listrik juga pernah terjadi pada pagi hingga siang hari. Namun rutinnya selalu terjadi dari sore hingga malam. Saya pikir, pemadaman ini seperti sudah dijadwalkan oleh PLN. Hari Sabtu atau Minggu, itu sudah pasti listriknya padam. Saya kira, jaringan listrik untuk ke perumahan kami ini memang buruk,” sebutnya.
Seorang warga lainnya, Utep Syarifudin (38), mengungkapkan hal yang sama. Ia mengaku heran dengan seringnya pemadaman listrik di perumahan tempat dirinya tinggal.
“Anehnya, kampung-kampung tetangga yang berbatasan langsung dengan perumahan kami listriknya selalu nyala, tidak pernah padam. Bisa dilihat dari lampu-lampu luar rumah mereka. Hanya perumahan tempat saya tinggal ini saja yang sering padam,” katanya.
Utep sendiri mengaku bosan bila harus menghubungi PLN Cibatu Garut untuk mengeluhkan pemadaman listrik tersebut. Menurutnya, upaya ini tidak pernah ditanggapi serius oleh PLN.
“Buktinya, listrik selalu padam di beberapa hari keesokannya. Jadinya saya bosan sendiri. Saya harap, PLN jangan suka membeda-bedakan karena pemadaman hanya terjadi di lingkungan perumahan yang jumlah KK-nya (kepala keluarga) sedikit. Kami juga pelanggan PLN yang sama-sama bayar listrik,” keluhnya.
(rsa)