Demo BI, massa minta bersihkan BTN dari mafia

Selasa, 17 September 2013 - 22:32 WIB
Demo BI, massa minta...
Demo BI, massa minta bersihkan BTN dari mafia
A A A
Sindonews.com - Sebagai bank di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bank Tabungan Negara (BTN) dituntut harus bersih dari koruptor. Diduga, BTN ini dihuni mafia-mafia yang dengan seenaknya mengeruk uang negara.

Koordiantor Aksi, Teddy dari gabungan massa yang mengatasnamakan, Gerakan Rakyat untuk Keadilan Indonesia (Gerak Indonesia). Dia mengatakan, korupsi Bank BTN terjadi di BTN Syariah Cabang Makassar hingga merugikan uang negara Rp70 miliar. Korupsi itu juga melibatkan eks Direktur Utama BTN Iqbal Lantanro dan kroni-kroninya.

Indikasi korupsi juga terdapat dalam pembukaan kantor cabang dan kantor kas baru BTN yang ditaksir merugikan negara Rp10 miliar.

"Kami mendesak kepada KPK, BI dan Kementerian BUMN untuk mengusut kekayaan Iqbal Lantanro," kata Teddy di depan Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2013).

Tak hanya itu Teddy juga mengatakan, modus korupsi yang dilakukaan Iqbal Lantanro cs adalah dengan merekayasa laporan keuangan (window dressing) dan setoran penambahan modal di PT BGU sebesar Rp58 miliar.

Iqbal juga terindikasi melakukan korupsi premi asuransi BTN sebesar R 1 triliun. "Banyak kasus yang dimainkan oleh Iqbal," tudingnya.

Iqbal juga diduga pernah melakukan suap kepada Kejati DKI Jakarta melalui Law Firm Hendrikus. Pengangkatan Direktur BTN Mas Guntur Dwi saat ini pun diduga hasil konspirasi Iqbal untuk mengamankan kejahatan yang dia lakukan selama menjabat Dirut BTN.

Dalam bukti yang diterima Gerak Indonesia, terdapat banyak pelanggaran yang dilakukan oleh Mas Guntur Dwi yaitu pelanggaran integritas yang sudah dalam kategori sangat berat.

Bahkan dia pernah dikenakan sanksi hukuman berat yaitu dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Cabang Kelas Utama menjadi Wakil Kepala Divisi, karena tindakannya yang mengakibatkan Bank BTN melakukan write off senilai Rp554,2 miliar dan menurunnya aset Bank BTN Medan sebesar 85,77 persen.

"Namun semua dosa itu dimaafkan di masa Iqbal berkuasa dan jabatannya dipulihkan menjadi Kepala Divisi Audit Intern," tandasnya.

Setelah melekakukan aksi selama 30 menit di Gedung BI dan BUMN. Massa menuju Gedung KPK untuk melaporkan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Ikbal cs.
(mhd)
Berita Terkait
Pererat Silaturahmi,...
Pererat Silaturahmi, Kapolres Sambangi STIT Pemalang
Menlu: PBB Mulai Lakukan...
Menlu: PBB Mulai Lakukan Pendataan Migran Rohingya di Aceh
Ratusan Warga Pidie...
Ratusan Warga Pidie Aceh Demo Tolak Pengungsi Rohingya
Pemerintah Diminta Waspadai...
Pemerintah Diminta Waspadai Sindikat Pengungsi Rohingya
Organisasi Rohingnya...
Organisasi Rohingnya Ungkapkan Terima Kasih Atas Penyelamatan Pengungsi di Aceh
24 Pengungsi Rohingya...
24 Pengungsi Rohingya Tenggelam di Malaysia
Berita Terkini
2 Wilayah Dilanda Karhutla,...
2 Wilayah Dilanda Karhutla, BNPB Catat Banjarbaru Terparah dengan 3,7 Hektare Terbakar
2 jam yang lalu
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
13 jam yang lalu
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
13 jam yang lalu
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
13 jam yang lalu
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
15 jam yang lalu
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
15 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved