Korupsi bansos, Kejari akan panggil Ketua DPRD TTU

Jum'at, 06 September 2013 - 10:55 WIB
Korupsi bansos, Kejari...
Korupsi bansos, Kejari akan panggil Ketua DPRD TTU
A A A
Sindonews.com - Penyidik Kejaksaan Negeri Kefamenanu memastikan akan segera memanggil Ketua DPRD TTU, Robertus Nailiu, yang diduga terlibat kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos).

"Jika hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) dikeluarkan dan diserahkan ke penyidik Kejaksaan kita akan periksa dia sebagai tersangka. Sementara kita masih menunggu. Kalau sudah ada kita pasti akan menahan mereka (tersangka)," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Didie Tri Haryadi, Jumat (7/9/2013).

Menurutnya, Robertus Nailiu nantinya akan diperiksa penyidik bersama tersangka lain termasuk Ketua Komis A DPRD setempat, Eduardus Tanesib. Dia menegaskan tidak akan tebang pilih apalagi mem-petieskan kasus tersebut.

"Saya akan buktikan bahwa hukum tidak hanya tajam ke bawah tapi ke atas juga tajam," katanya.

Kajari menyatakan, hal ini sekaligus membuktikan jika instansi tersebut mampu menuntaskan kasus yang menjadi sorotan masyarakat TTU.

Sementara itu, ketika didesak kapan akan dilakukan penahanan, Didie mengaku masih konsentrasi pada hasil pemeriksaan terhadap tersangka yang berjumlah 14 orang.

Mengenai peran Ketua DPRD TTU, Robertus Nailiu dan Ketua Komisi A Eduardus Tanesib, pada saat proyek bansos bergulir tahun 2009, kedua legislator ini berperan sebagai rekanan dan konsultas pengawas.

Kepala Seksi Pidana Khusus Franky Radja mengaku telah memeriksa tujuh orang saksi. Dua diantaranya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka diperiksa sebagai saksi. Pemeriksaan ini akan terus berlanjut sambil menanti hasil audit investigasi BPKP NTT.

Dalam kasus ini melibatkan mantan Kepala Dinas Sosial Kabupaten TTU, Nikolas Suni yang saat ini mendekam di LP Penfui Kupang, setelah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kupang memvonisnya dengan pidana empat tahun penjara.

Dana bansos sendiri diperuntukan untuk pembangunan rumah murah sebanyak 333 unit dengan anggaran lebih dari Rp1 miliar.
(rsa)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
42 menit yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
54 menit yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
1 jam yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
1 jam yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
2 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved