Kejati tolak berkas Bupati Rembang ke polda

Kamis, 05 September 2013 - 18:12 WIB
Kejati tolak berkas...
Kejati tolak berkas Bupati Rembang ke polda
A A A
Sindonews.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah mengembalikan berkas perkara Bupati Rembang M Salim, tersangka kasus korupsi dana penyertaan modal APBD 2006–2007 senilai Rp4,12 miliar, ke Polda Jawa Tengah.

“Berkas kasus Salim P.19 (dikembalikan untuk dilengkapi),” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jawa Tengah Eko Suwarni, melalui pesan BlackBerry Messenger (BBM), Kamis (5/9/2013).

Ditambahkan dia, sebelumnya menerima pelimpahan berkas perkara penyidikan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jawa Tengah, pada Agustus lalu. “Setelah diteliti, ternyata masih ada yang perlu dilengkapi. Sehingga kami kembalikan ke penyidik untuk dilengkapi,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jawa Tengah, membenarkan pengembalian berkas perkara atas tersangka Salim.

“Betul, berkas masih P 19. Segera kami lengkapi sesuai petunjuk jaksa, secepatnya kami akan kirimkan lagi,” katanya saat dihubungi telepon selulernya.

Pihaknya, kata Guntur, saat ini juga tengah menunggu jawaban dari surat permohonan penahanan atas tersangka. Surat itu sudah dikirimkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Hasil rekomendasi dari Bareskrim itu nantinya akan naik lagi ke Presiden, apakah disetujui atau tidak.

Kasus ini diketahui adalah dana penyertaan modal PT. Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ), merugikan keuangan negara sekitar Rp4,12 miliar. Nominal itu didapat dari hasil Perhitungan Kerugian Negara (PKN) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang sudah turun dan diterima Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah.

Hasil PKN itu teregister Nomor 1/S/VII-XIV/02/2013. Dikeluarkan di Jakarta pada 6 Februari 2013. Ditandatangani anggota V, bernama Sapto Amal Damandari. Hasil detail PKN itu adalah Rp4,190.071.100,51.

Dari total kerugian akibat korupsi itu, Rp1,8 miliar, diantaranya digunakan untuk pembelian tanah. Salim ditetapkan tersangka sejak 16 Juni 2010 bersama Direktur PT RBSJ (dulu bernama PT RSM) M Siswadi.

Penyimpangan diduga terjadi dalam pembelian tanah di Desa Tireman, Kecamatan Rembang, seluas 8.170 meter persegi dan kerja sama pengadaan kayu untuk penanganan pascagempa di Yogyakarta. Pembelian tanah itu, digunakan untuk SPBU.
(san)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Warga Jakarta Bisa Liburan...
Warga Jakarta Bisa Liburan Gratis ke Ancol Akhir Juni, Kuota Terbatas!
27 menit yang lalu
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
2 jam yang lalu
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
2 jam yang lalu
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
3 jam yang lalu
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
4 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved