Truk semen melaju dengan kecepatan 60 Km perjam
Rabu, 04 September 2013 - 12:00 WIB
Truk semen melaju dengan kecepatan 60 Km perjam
A
A
A
Sindonews.com - Polisi masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait kecelakaan maut di Jalur Surabaya-Lamongan Desa Karang Langit, Kecamatan Kota Lamongan, Lamongan.
Hasil pemeriksaan sementara truk bernopol W 9248 UD diperkirakan melaju dengan kecapatan 60 KM per Jam.
"Pemeriksaan masih berlangsung. Sejumlah saksi-saksi dari warga yang melihat kejadian. Untuk sementara diperkirakan truk itu melaju dengan kecepatan 60 Kilometer per jam," kata Kasubbag Humas Polres Lamongan AKP Umar Dami ketika dihubungi, Rabu (4/5/2013).
Menurutnya, truk tersebut memang mengurangi kecepatan. Sebab di Jalur Poros Surabaya-Lamongan ini dekat dengan persimpangan.
Hasil olah TKP sementara, lanjut Umar, sebelum kejadian ada mobil Pick Up jenis L 300 yang melintas dari utara ke selatan. Saat itu, di pinggir jalan ada sepeda motor yang berhenti. Pikap pengangkut ini menyeberang sembari menghindari dua sepeda motor.
Secara bersamaan melintas truk pengangkut bahan bangunan ini. Karena kejadian mendadak, tabrakkan pun tak terhindarkan. Selain menabrak pikap, truk tersebut juga menabrak sepeda motor hingga terguling menimpa rumah milik warga.
Akibat kejadian itu, tiga orang tewas karena tertimpa badan Truk. Mereka adalah Suratmi (50), Lailatul Mahfiro (12) dan Rusdi (28). Saat ini polisi masih memburu sopir dan kenek truk pemuat bahan bangunan yang diduga melarikan diri karena takut diamuk massa.
"Untuk sopir dan keneknya saya belum update. Kabar terakhir memang melarikan diri. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi," tukasnya.
Seperti diberitakan, Kecelakaan yang terjadi di Jalan poros Surabaya-Lamongan. Ketiga korban baru diketahui setelah evakuasi dump truk dilakukan pada Rabu(04/09/2013) dini hari tadi.
Hasil pemeriksaan sementara truk bernopol W 9248 UD diperkirakan melaju dengan kecapatan 60 KM per Jam.
"Pemeriksaan masih berlangsung. Sejumlah saksi-saksi dari warga yang melihat kejadian. Untuk sementara diperkirakan truk itu melaju dengan kecepatan 60 Kilometer per jam," kata Kasubbag Humas Polres Lamongan AKP Umar Dami ketika dihubungi, Rabu (4/5/2013).
Menurutnya, truk tersebut memang mengurangi kecepatan. Sebab di Jalur Poros Surabaya-Lamongan ini dekat dengan persimpangan.
Hasil olah TKP sementara, lanjut Umar, sebelum kejadian ada mobil Pick Up jenis L 300 yang melintas dari utara ke selatan. Saat itu, di pinggir jalan ada sepeda motor yang berhenti. Pikap pengangkut ini menyeberang sembari menghindari dua sepeda motor.
Secara bersamaan melintas truk pengangkut bahan bangunan ini. Karena kejadian mendadak, tabrakkan pun tak terhindarkan. Selain menabrak pikap, truk tersebut juga menabrak sepeda motor hingga terguling menimpa rumah milik warga.
Akibat kejadian itu, tiga orang tewas karena tertimpa badan Truk. Mereka adalah Suratmi (50), Lailatul Mahfiro (12) dan Rusdi (28). Saat ini polisi masih memburu sopir dan kenek truk pemuat bahan bangunan yang diduga melarikan diri karena takut diamuk massa.
"Untuk sopir dan keneknya saya belum update. Kabar terakhir memang melarikan diri. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi," tukasnya.
Seperti diberitakan, Kecelakaan yang terjadi di Jalan poros Surabaya-Lamongan. Ketiga korban baru diketahui setelah evakuasi dump truk dilakukan pada Rabu(04/09/2013) dini hari tadi.
(lns)