Warga Timor Leste berkebun di Indonesia

Selasa, 03 September 2013 - 12:53 WIB
Warga Timor Leste berkebun...
Warga Timor Leste berkebun di Indonesia
A A A
Sindonews.com - Hubungan emosional yang dibangun melalui ikatan perkawinan antara negara Timor Leste dengan Indonesia menyebabkan sebagian warga yang bermukim di daerah perbatasan kedua negara hidup secara damai dan menyatu satu sama lain.

Seperti di perbatasan Negara Timor di Distrik Oecusse dengan Indonesia wilayah Kabupaten TTU ini, karena jaraknya hanya 45 kilometer atau dua jam perjalanan dengan kendaraan.

Sebelum berpisah dengan Indonesia melalui referendum tahun 1999, warga perbatasan itu sudah hidup menyatu.
Warga yang hidup rukun itu berada di desa-desa seperti Napan, Oelbinose, dan Aplal di Kabupaten TTU, dan desa Pasabe, Nitib di Oecusse Timor Leste.

Dengan kondisi itu, tak sedikit warga Timor Leste di distrik Oecusse yang berada di bagian selatan pulau Timor berkebun atau bertani ladang di sekitar wilayah Kabupaten TTU NTT.

Kondisi itu diungkapkan puluhan anggota Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu saat melakukan audiensi dengan Komandan Kodim 1618 Wira Sakti Timor Tengah Utara (TTU).

Dandim 1618 TTU Letkol Armed Eusebio Hornai Rebelo menyatakan persahabatan dengan negara tetangga Timor Leste selama ini dijaga secara baik. Salah satu tugas teritorial TNI memang menjaga kedaulatan negara di daerah batas antar negara itu.

"Saya selalu kerahkan anggota Babinsa untuk membantu bekerja kebun bersama masyarakat," ujarnya, Selasa (3/9/2013).

Putra kelahiran Timor Timur berpangkat Letkol ini mengatakan partisipasi jajaran TNI dalam bekerja kebun dilandasi nota kesepahaman antara TNI dengan Menteri Pertanian RI.

"Dengan kerja sama ini kita (TNI) bisa membantu pemerintah setempat untuk membuka ladang baru di sejumlah wilayah di Kabupaten TTU," imbunya.

Terkait warga negara Timor Leste yang berkebun di wilayah RI, terutama di desa-desa di sekitar TTU, menurutnya pulau Timor sebelumnya merupakan merupakan satu daratan tanpa batas.

Namun kemudian dipisahkan oleh Portugal saat menjajah Timor-Timur, dengan membangun sejumlah benteng pertahanan di Batugede dan Oecusse. "Jadi Timor ini sebetulnya dibagi oleh penjajah," pungkasnya.
(lns)
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
Saksi Mata Ungkap Detik-detik...
Saksi Mata Ungkap Detik-detik Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran
5 jam yang lalu
Kebakaran Melanda Pasar...
Kebakaran Melanda Pasar Jiung Kemayoran, Petugas Damkar Masih Berupaya Padamkan Api
6 jam yang lalu
Workshop Pengasuh Bahas...
Workshop Pengasuh Bahas Strategi Pesantren Tetap Berkembang di Era Disrupsi
7 jam yang lalu
Kebakaran Melanda Permukiman...
Kebakaran Melanda Permukiman Padat Penduduk di Kemayoran Malam Ini
7 jam yang lalu
Ini Identitas Korban...
Ini Identitas Korban Tewas dan Hilang Akibat Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor
8 jam yang lalu
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Berhasil Bendung Peredaran Tramadol di Jakpus
8 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved