Akibat tawuran 2 rumah terbakar, seorang wartawan tertembak
Kamis, 29 Agustus 2013 - 19:28 WIB
Akibat tawuran 2 rumah terbakar, seorang wartawan tertembak
A
A
A
Sindonews.com - Bentrokan yang terjadi di Jalan Kampung Rawa Selatan 1, Kelurahan Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (29/8/2013). Selain mengakibatkan beberapa rumah terbakat akibat lemparan bom molotov, seorang kontributor SCTV Don Vito Samartha tertembak.
Berdasarkan data yang dihimpun, tawuran tersebut antar warga RW 01 dan RW 06 bentrok dengan warga RW 04 Kampung Rawa. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi sempat kewalahan membubarkan ratusan massa tawuran warga itu.
Bahkan, dalam tawuran itu juga warga banyak yang menggunakan senjata tajam, busur panah, batu, bom molotov serta senjata api rakitan jenis dorlop.
Sementara itu dari informasi yang didapat, beberapa orang warga setempat menjadi korban terkena lembaran batu dan pecahan kaca. Bahkan dikabarkan, seorang kameraman televisi swasta juga menjadi korban terkena peluru nyasar ketika meliput jalannya aksi tawuran warga tersebut.
Terkait kejadian tersebut, Kapolsek Johar Baru, Kompol Dasril sulit untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait adanya bentrokan warga tersebut. Dia beralasan. "Sebentar mas, saya mau salat dulu," ujarnya singkat saat dihubungi wartawan.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Rahmat membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kasus itu ditangani Polsek Johar Baru. Terkait wartawan SCTV yang terkena peluru Rahmat mengaku, belum mendapat laporan.
"Biasa, tawuran di kawasan itu sudah ditangani Polsek, untuk wartawan yang tertembak, saya malah belum tahu," katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun, tawuran tersebut antar warga RW 01 dan RW 06 bentrok dengan warga RW 04 Kampung Rawa. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi sempat kewalahan membubarkan ratusan massa tawuran warga itu.
Bahkan, dalam tawuran itu juga warga banyak yang menggunakan senjata tajam, busur panah, batu, bom molotov serta senjata api rakitan jenis dorlop.
Sementara itu dari informasi yang didapat, beberapa orang warga setempat menjadi korban terkena lembaran batu dan pecahan kaca. Bahkan dikabarkan, seorang kameraman televisi swasta juga menjadi korban terkena peluru nyasar ketika meliput jalannya aksi tawuran warga tersebut.
Terkait kejadian tersebut, Kapolsek Johar Baru, Kompol Dasril sulit untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait adanya bentrokan warga tersebut. Dia beralasan. "Sebentar mas, saya mau salat dulu," ujarnya singkat saat dihubungi wartawan.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Rahmat membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kasus itu ditangani Polsek Johar Baru. Terkait wartawan SCTV yang terkena peluru Rahmat mengaku, belum mendapat laporan.
"Biasa, tawuran di kawasan itu sudah ditangani Polsek, untuk wartawan yang tertembak, saya malah belum tahu," katanya.
(mhd)