Pendukung terdakwa Kopassus diduga ditunggangi

Selasa, 20 Agustus 2013 - 11:06 WIB
Pendukung terdakwa Kopassus...
Pendukung terdakwa Kopassus diduga ditunggangi
A A A
Sindonews.com - Pendukung 12 anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus), terdakwa kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) IIB Cebongan, diduga ada yang menggerakkan.

Bentuk dukungan itu, terlihat pada sidang lanjutan, di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Senin 19 Agustus 2013. Ratusan orang yang mengatasnamakan dirinya Kawula Ngayogyakarta Hadiningrat, itu meminta pelaku pembunuhan dibebaskan.

Kriminolog dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Suprapto menanyakan, orang-orang yang mendukung tersebut dari masyarakat siapa? "Siapa yang ada di belakang mereka?" katanya, kepada wartawan, Selasa (20/8/2013).

Menurutnya, aparat kepolisian sudah mengetahui siapa yang ada di belakang organisasi itu. Satu contoh saja, pemasangan spanduk dukungan di beberapa tempat keramaian yang tersebar dulu, itu ada izinnya. "Jadi kan aparat sudah tahu," tuturnya.

Lanjut dia, tindakan dukungan ini hanya merupakan dalih seolah-olah karena yang dibunuh adalah preman dan dibenarkan peristiwa tersebut. "Saya yakin, ada pihak-pihak yang menggerakkan," katanya.

Menurutnya, kalau memang para terdakwa ini nantinya dibebaskan, akan menjadi preseden buruk. Sebab, pembantaian menjadi terlegitimasi. "Berarti, masyakarat yang lain juga boleh melakukan pembantaian, asal itu preman (korbannya)," tuturnya.

Apalagi, sambungnya, kejadian itu dilakukan di lembaga pemerintah yang dalam hal ini merupakan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). "Kalau dibebaskan, jangan dikira tidak ada efek lain yang akan muncul. Kelompok-kelompok lain juga akan melakukan hal yang sama nantinya (pembantaian)," paparnya.

Aksi-aksi yang dilakukan diantaranya, melakukan pemblokiran jalan memblokir jalan depan Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta. Akibatnya, pihak petugas kepolisian lalulintas harus mengalihkan arus sementara.

Selanjutnya, mereka melakukan pemblokiran di pintu masuk maupun keluar gedung pengadilan. Saat sidang selesai, mereka juga meminta kepada Oditur Militer (Otmil) menemuinya dan meminta penjelasan.
(san)
Berita Terkait
Berikut Lima Kasus Kebakaran...
Berikut Lima Kasus Kebakaran Hebat Lapas di Indonesia
Rekonstruksi Penyerangan...
Rekonstruksi Penyerangan Anggota Polri di Gorontalo
Polisi Ringkus Tiga...
Polisi Ringkus Tiga Pelaku Penyerangan Pakai Anak Panah di Makassar
Lapas Tangerang Kebakaran,...
Lapas Tangerang Kebakaran, Puluhan Napi Tewas Terbakar
Lapas Brebes Over Kapasitas
Lapas Brebes Over Kapasitas
Kasus Benturan Kembali...
Kasus Benturan Kembali Terjadi, Harmonisasi TNI – Polri Mendesak
Berita Terkini
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
37 menit yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
48 menit yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
49 menit yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
2 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
3 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
3 Negara Pendukung Bashar...
3 Negara Pendukung Bashar al-Assad, Salah Satunya Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved