Ahok: Fungsi waduk untuk tampung air bukan rumah
Jum'at, 16 Agustus 2013 - 14:25 WIB
Ahok: Fungsi waduk untuk tampung air bukan rumah
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengembalikan fungsi waduk untuk tempat penampungan air. Saat ini, ada dua waduk yang sedang dikembalikan fungsinya, yaitu Waduk pluit dan Waduk Ria-rio.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan untuk mengatasi banjir di Jakarta perlu banyak waduk untuk menahan air. Cara itu sudah dilakukan sejak zaman Belanda, sehingga waduk secara intensif harus kembali pada fungsinya sebagai penampung air.
"Kalau kita mau normalisasi sungai, sama mengatasi banjir, harusnya sebanyak mungkin air itu ditahan, bukan di buang begitu saja. Jadi waduk-waduk akan difungsikan, itu dari zaman Belanda udah gitu," kata Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota Jakarta, Jumaat (16/8/2013).
Untuk itu, kata Basuki, normalisasi waduk agar berfungsi seperti peruntukannya, harus segera direalisasikan.
"Makanya kita terus menggarap (Waduk) Pluit, untuk Ria-rio tahun depan. Harapannya fungsi waduk maksimal dan dapat mengatasi volume air," paparnya.
Sementara ia menambahkan waduk di Jakarta dangkal karena warga memilih untuk menjadikan waduk lahan sebagai pemukiman.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan untuk mengatasi banjir di Jakarta perlu banyak waduk untuk menahan air. Cara itu sudah dilakukan sejak zaman Belanda, sehingga waduk secara intensif harus kembali pada fungsinya sebagai penampung air.
"Kalau kita mau normalisasi sungai, sama mengatasi banjir, harusnya sebanyak mungkin air itu ditahan, bukan di buang begitu saja. Jadi waduk-waduk akan difungsikan, itu dari zaman Belanda udah gitu," kata Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota Jakarta, Jumaat (16/8/2013).
Untuk itu, kata Basuki, normalisasi waduk agar berfungsi seperti peruntukannya, harus segera direalisasikan.
"Makanya kita terus menggarap (Waduk) Pluit, untuk Ria-rio tahun depan. Harapannya fungsi waduk maksimal dan dapat mengatasi volume air," paparnya.
Sementara ia menambahkan waduk di Jakarta dangkal karena warga memilih untuk menjadikan waduk lahan sebagai pemukiman.
(ysw)