Awas, apel & anggur impor mengandung formalin

Rabu, 17 Juli 2013 - 17:19 WIB
Awas, apel & anggur...
Awas, apel & anggur impor mengandung formalin
A A A
Sindonews.com - Komisi B Dewan perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan (Sulsel) menegaskan, buah-buahan impor yang masuk di Kota Makassar terindikasi mengandung formalin, dan harus ditarik dari pasaran.

Sekretaris Komisi B DPRD Sulsel Kadir Halid mengatakan, Sulsel memiliki Perda tentang Perlindungan Konsumen untuk menekan angka masuknya produk yang tidak layak jual untuk konsumsi masyarakat. Sehingga, jika ada temuan di lapangan tentang buah berformalin, maka Disperindag diminta segera bertindak.

“Sulsel telah memiliki Perda perlindungan konsumen. Nah kalau ada masalah seperti ini, pemerintah harus tegas. Setop peredarannya. Formalin itu berbahaya bagi kesehatan. Kami akan meminta Disperindag untuk melakukan pengecekan di lapangan,” ujar Sekretaris Komisi B Kadir Halid, kepada wartawan, Rabu (17/7/2013).

Guru Besar Fakultas Pertanian Bidang Hama dan Penyakit Tanaman Universitas Hasanuddin Sylvia Sjam mengatakan, akhir 2012 lalu, buah-buahan impor yang masuk ke Indonesia termasuk yang ada di Sulawesi Selatan, terindikasi mengandung formalin. “Buah tersebut kebanyakan apel dan anggur,” ungkapnya

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Makassar Hermansyah mengatakan, filter atas produk impor berada di Surabaya. Kota Makassar, hanya menjadi penerima produk yang telah disetujuan oleh Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya.

Selain itu, tugas balai karantina adalah melakukan pengawasan di pelabuhan darat dan laut. Sehingga jika terdapat produk yang tidak layak masuk, maka akan ditolak lalu dimusnahkan.

“Kalau terjadi peredaran di pasaran, hal tersebut sudah berada di luar jalur pengawasan dari Balai Besar Karantina Pertanian Makassar. Jadi Makassar hanya mengurus masalah yang terkait administrasi sedang rilis barang impor ada di Surabaya,” katanya

Sementara itu, PLT kadisperindag Sulsel Hadi Basalamah mengatakan akan segera menurunkan tim untuk melakukan pengecekan di lapangan.

“Hari ini tim kami sudah ada yang turun, tapi besok kembali akan kita lakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kelaikan buah impor yang beredar di Makassar,” ujarnya.
(san)
Berita Terkait
Razia Produk Makanan...
Razia Produk Makanan Berbahaya
5 Makanan Paling Berbahaya...
5 Makanan Paling Berbahaya di Dunia, Nomor 4 Lebih Beracun dari Sianida
Ini Bagian Tubuh Ular...
Ini Bagian Tubuh Ular yang Bisa Dikonsumsi Manusia
Ratusan Kilogram Makanan...
Ratusan Kilogram Makanan Berpengawet Mayat Dimusnahkan
Cegah Peredaran Makanan...
Cegah Peredaran Makanan Berbahaya, BPOM Sulbar Periksa Sampel Takjil
BPOM Tarik Peredaran...
BPOM Tarik Peredaran Es Krim Haagen-Dazs dari Pasaran
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
4 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
4 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
4 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
4 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved