Dorong motor, 2 remaja dibacok preman mabuk
Selasa, 09 Juli 2013 - 18:26 WIB
Dorong motor, 2 remaja dibacok preman mabuk
A
A
A
Sindonews.com - Dua remaja menjadi korban pembacokan dan perampokan preman, ketika sedang menuntun sepeda motornya yang mogok. Kawanan preman yang berjumlah tiga orang, itu membacok dua korbannya dengan senjata tajam. Kemudian, mereka merampas dua telepon seluler (ponsel) milik korban, dan merusak motor korban yang mogok.
Dua korban itu bernama Supriyanto (23) dan M. Nur Rifki (19). Keduanya warga Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Mereka mengalami luka tusuk dan bacok. Akibat serangan itu, korban mengadu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang.
“Kejadiannya Senin 8 Juli 2013 malam, sekitar pukul 23.30 WIB, di Jalan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Kami awalnya berboncengan, tapi di tengah jalan motornya mogok karena kehabisan bensin, akhirnya kami menuntun,” kata Supriyanto yang mengalami luka tusuk di punggung, Selasa (9/7/2013).
Saat menuntun sepeda motor itu, kata Supriyanto, ada beberapa orang berkendara sepeda motor menyalipnya. Namun mereka berbalik arah, begitu melihat dua korbannya menuntun motor di tengah malam.
Nur Rifki menambahkan, mereka tidak berani melawan karena kalah jumlah. Selain itu, para pelaku juga menggunakan senjata tajam.
“Mereka tiba–tiba menyerang, mengancam akan membunuh. Kami tidak kenal. Motornya juga dirusak, sebelum kabur mereka merampas dua ponsel kami. Mereka kabur ketika kami teriak minta tolong,” tambahnya.
Akkibat serangan itu, Nur Rifki mengalami luka cukup parah. Dia terkena sabetan senjata tajam di tangan kiri, dahi, dan dada. Mereka menduga kawanan pelaku dalam kondisi mabuk saat beraksi. Para korban sempat berobat ke rumah sakit sebelumm melapor polisi.
Dua korban itu bernama Supriyanto (23) dan M. Nur Rifki (19). Keduanya warga Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Mereka mengalami luka tusuk dan bacok. Akibat serangan itu, korban mengadu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang.
“Kejadiannya Senin 8 Juli 2013 malam, sekitar pukul 23.30 WIB, di Jalan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Kami awalnya berboncengan, tapi di tengah jalan motornya mogok karena kehabisan bensin, akhirnya kami menuntun,” kata Supriyanto yang mengalami luka tusuk di punggung, Selasa (9/7/2013).
Saat menuntun sepeda motor itu, kata Supriyanto, ada beberapa orang berkendara sepeda motor menyalipnya. Namun mereka berbalik arah, begitu melihat dua korbannya menuntun motor di tengah malam.
Nur Rifki menambahkan, mereka tidak berani melawan karena kalah jumlah. Selain itu, para pelaku juga menggunakan senjata tajam.
“Mereka tiba–tiba menyerang, mengancam akan membunuh. Kami tidak kenal. Motornya juga dirusak, sebelum kabur mereka merampas dua ponsel kami. Mereka kabur ketika kami teriak minta tolong,” tambahnya.
Akkibat serangan itu, Nur Rifki mengalami luka cukup parah. Dia terkena sabetan senjata tajam di tangan kiri, dahi, dan dada. Mereka menduga kawanan pelaku dalam kondisi mabuk saat beraksi. Para korban sempat berobat ke rumah sakit sebelumm melapor polisi.
(san)