Polda Metro Jaya musnahkan narkotika senilai Rp150 miliar
Rabu, 03 Juli 2013 - 10:42 WIB
Polda Metro Jaya musnahkan narkotika senilai Rp150 miliar
A
A
A
Sindonews.com - Tim anti narkoba Polda Metro Jaya memusnahkan narkotika berbagai jenis, hasil pegungkapan kasus selama dua bulan (Mei-Juni) 2013 senilai Rp150 miliar.
Narkotika tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar dalam insenerator dengan suhu tinggi di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Dir Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nugroho Aji mengatakan, jumlah narkoba yang dimusnahkan diantaranya ekstasi 163.949 butir, sabu 10,3 kg, ganja 1503,6 kg, heroin 4,2 kg, ketamin 2,2 kg serta bahan sabu berbentuk cair 38,5 liter, serbuk 13,8 kg dan kristal 14,5 kg.
"Barang bukti diamankan dari pelaku yang tergabung dalam sindikat internasional, seperti Iran, Belanda, Meksiko, Thailand, China, Myanmar, Malaysia, Nigeria dan sindikat lokal seperti Aceh, Medan dan Jakarta. Dengan memusnahkan barang bukti ini, kami bisa menyelamatkan sekitar 7.905.506 orang," ujarnya, Rabu (3/7/2013).
Nugroho menambahkan, pemusnahan dilakukan guna menunjukan tugas Polri yang transparan, akuntabel dan membangun kepercayaan masyarakat bahwa tidak ada barang bukti yang disimpan dan menghindari penyelewengan.
"Di Indonesia kejahatan narkoba mendapat prioritas utama untuk ditindak, karena narkoba mengancam ekonomi dan budaya bangsa," katanya.
Sementara itu, Waka Polda Metro Jaya Brigjen Sudjarno mengatakan, gencarnya penindakan dan hukuman mati tidak membuat jera pengedar narkotika. Padahal, penindakan terus mengalami peningkatan, bukan hanya dari jumlah pelaku tapi juga jumlah barang bukti.
"Meningkatnya pengungkapan ini menjadi indikasi, Indonesia merupakan pasar yang bagus bagi sindikat Internasional untuk peredaran narkoba. Modus operasinya juga terus berkembang, dan ini menjadi tantangan berat petugas untuk mengungkapnya," terangnya.
Sudjarno menambahkan, kejahatan narkoba dikategorikan kejahatan terorganisir yang telah menyebar luas di seluruh negara, bahkan masuk aparat polri.
"Di tahun 2012 kami sudah memecat 90 anggota Polri dimana 50 persen diantaranya kena kasus narkoba. Ini menjadi atensi kami sehingga terus melakukan upaya preventif dan represif menanggulangi bahaya narkoba," tukasnya.
Narkotika tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar dalam insenerator dengan suhu tinggi di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Dir Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nugroho Aji mengatakan, jumlah narkoba yang dimusnahkan diantaranya ekstasi 163.949 butir, sabu 10,3 kg, ganja 1503,6 kg, heroin 4,2 kg, ketamin 2,2 kg serta bahan sabu berbentuk cair 38,5 liter, serbuk 13,8 kg dan kristal 14,5 kg.
"Barang bukti diamankan dari pelaku yang tergabung dalam sindikat internasional, seperti Iran, Belanda, Meksiko, Thailand, China, Myanmar, Malaysia, Nigeria dan sindikat lokal seperti Aceh, Medan dan Jakarta. Dengan memusnahkan barang bukti ini, kami bisa menyelamatkan sekitar 7.905.506 orang," ujarnya, Rabu (3/7/2013).
Nugroho menambahkan, pemusnahan dilakukan guna menunjukan tugas Polri yang transparan, akuntabel dan membangun kepercayaan masyarakat bahwa tidak ada barang bukti yang disimpan dan menghindari penyelewengan.
"Di Indonesia kejahatan narkoba mendapat prioritas utama untuk ditindak, karena narkoba mengancam ekonomi dan budaya bangsa," katanya.
Sementara itu, Waka Polda Metro Jaya Brigjen Sudjarno mengatakan, gencarnya penindakan dan hukuman mati tidak membuat jera pengedar narkotika. Padahal, penindakan terus mengalami peningkatan, bukan hanya dari jumlah pelaku tapi juga jumlah barang bukti.
"Meningkatnya pengungkapan ini menjadi indikasi, Indonesia merupakan pasar yang bagus bagi sindikat Internasional untuk peredaran narkoba. Modus operasinya juga terus berkembang, dan ini menjadi tantangan berat petugas untuk mengungkapnya," terangnya.
Sudjarno menambahkan, kejahatan narkoba dikategorikan kejahatan terorganisir yang telah menyebar luas di seluruh negara, bahkan masuk aparat polri.
"Di tahun 2012 kami sudah memecat 90 anggota Polri dimana 50 persen diantaranya kena kasus narkoba. Ini menjadi atensi kami sehingga terus melakukan upaya preventif dan represif menanggulangi bahaya narkoba," tukasnya.
(stb)