Bikin macet, Ahok ingin proyek MRT dikerjakan
Rabu, 26 Juni 2013 - 17:24 WIB
Bikin macet, Ahok ingin proyek MRT dikerjakan
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mangatakan proyek Mass Rapid Transit (MRT), harus tetap dilanjutkan dan tidak perlu ditunda-tunda lagi.
Menurutnya akan terjadi kemacetan saat pengerjaan MRT dilakukan, namun megaproyek ini perlu segera direalisasikan karena proyek ini akan memakan waktu yang lama.
"MRT itu paling cepet dengan segala macam urusan dan masalah, 5 tahun baru jadi. Baru setengah, kita bisa bayangkan kalau bangun MRT macetnya Jakarta seperti apa. Kalau mulai tahun ini, Oktober groundbreaking, kami tinggal empat tahun," kata Jokowi, di Balaikota, rabu 26/6/2013.
Ini berarti, kata Basuki, secara politis mereka sudah akan menghadapi pemilihan Gubernur untuk kedua kalinya, namun mereka tetap akan meakukannya karena Jakarta butuh gebrakan ini.
"Artinya MRT ini belum selesai kami sudah harus pemilukada lagi kalau mau ikut lagi 2017. Itu resikonya tidak diplih orang lagi, karena kemacetan akan menggila, selama empat tahun, orang mengutuki, kira-kira begitu. Kalau diulur-ulur lagi, 30-40 tahun kita tertinggal," tuturnya.
Makanya, lanjut Ahok, dirinya dan Jokowi tetap memutuskan melanjutkan proyek MRT dengan resiko mereka tidak lagi populer. "Yang penting kami bisa meletakkan dasar yang benar untuk sebuah Jakarta baru," pungkasnya.
Menurutnya akan terjadi kemacetan saat pengerjaan MRT dilakukan, namun megaproyek ini perlu segera direalisasikan karena proyek ini akan memakan waktu yang lama.
"MRT itu paling cepet dengan segala macam urusan dan masalah, 5 tahun baru jadi. Baru setengah, kita bisa bayangkan kalau bangun MRT macetnya Jakarta seperti apa. Kalau mulai tahun ini, Oktober groundbreaking, kami tinggal empat tahun," kata Jokowi, di Balaikota, rabu 26/6/2013.
Ini berarti, kata Basuki, secara politis mereka sudah akan menghadapi pemilihan Gubernur untuk kedua kalinya, namun mereka tetap akan meakukannya karena Jakarta butuh gebrakan ini.
"Artinya MRT ini belum selesai kami sudah harus pemilukada lagi kalau mau ikut lagi 2017. Itu resikonya tidak diplih orang lagi, karena kemacetan akan menggila, selama empat tahun, orang mengutuki, kira-kira begitu. Kalau diulur-ulur lagi, 30-40 tahun kita tertinggal," tuturnya.
Makanya, lanjut Ahok, dirinya dan Jokowi tetap memutuskan melanjutkan proyek MRT dengan resiko mereka tidak lagi populer. "Yang penting kami bisa meletakkan dasar yang benar untuk sebuah Jakarta baru," pungkasnya.
(ysw)