Belum resmi, sopir angkot kompak naikkan tarif

Minggu, 23 Juni 2013 - 18:56 WIB
Belum resmi, sopir angkot...
Belum resmi, sopir angkot kompak naikkan tarif
A A A
Sindonews.com - Sopir angkutan Pedesaan (Angdes) dan Angkutan perkotaan (Angkot) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), mulai menaikkan tarif, pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Sejumlah sopir mobil meski belum mengantongi secara resmi tarif yang diberlakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) namun dampak kerugian pengeluaran lebih besar ketimbang pemasukannya sehari-hari.

Seperti yang dialami oleh Sopir Angkutan Pedesaan (AngDes) rute Terminal-Desa Arasoe Kecamatan Cina, Amrullah mengatakan bahwa tarif sebelumnya hanya Rp10.000 kini naik menjadi Rp15.000. Kenaikan itu berdasarkan atas kesepakatan sesama para sopir mobil.

"Jika ada penumpang naik langsung kita sosialisasikan kenaikan itu dan mereka juga banyak yang mengerti kondisi para sopir," kata Amrullah kepada Koran SINDO Makassar, Minggu, (23/6/2013).

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bone, Andi Sumardi Suaib, mengatakan jika ada sopir yang menaikkan tarif sewa maka itu sah-sah saja namun tidak terlalu memberatkan para penumpang.

Kendati, untuk pemberlakuan tarif pada AngDes dan AngKot itu nanti akan dibicarakan di tingkat pemerintah daerah, berbeda dengan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) belum bisa menaikkan tarif karena merujuk kepada aturan Provinsi Sulsel.

"Kemarin, kita sudah bicarakan dengan Wakil Bupati mengenai tarif sewa mobil ini, nanti kita akan rapatkan dalam waktu dekat dan kita putuskan, setelah itu kita akan panggil semua sopir mobil dan Organisasi Angkutan Darat (Organda), dan perusahaan," kata Sumardi Suaib kepada Koran SINDO Makassar.

Menurut Sumardi Suaib, untuk tarif baru sesuai dengan tarif standar 20 persen nantinya. Jika, ada yang para sopir mobil yang menaikkan diatas standar itu maka tidak akan mentolerir melakuan tindakan sesuai dengan aturan yang ada.

Sebelumnya, sopir AKDP rute Bone-Makassar, Rustam, mengatakan bahwa keterlambatan pemerintah menetapkan tarif dan sudah merugikan para sopir. Pihaknya waktu yang tidak terlalu lama akan melakukan aksi kenaikan dengan menetapkan tarif Rp70.000, dari sebelumnya hanya Rp50.000 tanpa keputusan resmi dari Dishub.
(maf)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Pengamat: Rasionalisasi...
Pengamat: Rasionalisasi Harga BBM Agar Subsidi Tepat Sasaran
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
1 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
3 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
3 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
3 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
5 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved