Ahok minta pengembang bangun rusun murah
Kamis, 20 Juni 2013 - 13:37 WIB
Ahok minta pengembang bangun rusun murah
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan, tanggung jawab pengembang membayar 20 persen kepada pemerintah DKI Jakarta berada di bawah kendali Real Estate Indonesia (REI).
Termasuk pembangunan rumah susun (Rusun) Pulo Gebang, Jakarta Timur.
"Kemarin kami di Pulo Gebang digabung dalam REI. REI ini perkumpulan pengembang-pengembang," kata Wakil Gubernur yang biasa disapa Ahok, di Balai Kota, Jakarta, Kamis (20/6/2013).
Namun, mantan Bupati Belitung Timur ini meminta kepada para pengembang besar menunaikan kewajibannya untuk membantu menyediakan Rusun murah untuk warga miskin DKI.
"Kalau pengembang yang besar mereka melakukan sendiri, karena pengembang ini mempunyai kewajiban 20 persen," ujarnya.
Ahok mengatakan, Pemprov sedang melakukan kajian mengenai kewajiban pengembang untuk membayar hutang periode sebelumnya. Namun, pengembang juga memilki kewajiban untuk membangun rusun bagi warga kurang mampu.
"Nah soal hutang-hutang yang lama segala macam itu bisa diperdebatkan. Tapi mereka langsung merespon, oke kita bangun. Soal hutang kami tinggal hitung," tambah pria kelahiran Banggar ini.
Termasuk pembangunan rumah susun (Rusun) Pulo Gebang, Jakarta Timur.
"Kemarin kami di Pulo Gebang digabung dalam REI. REI ini perkumpulan pengembang-pengembang," kata Wakil Gubernur yang biasa disapa Ahok, di Balai Kota, Jakarta, Kamis (20/6/2013).
Namun, mantan Bupati Belitung Timur ini meminta kepada para pengembang besar menunaikan kewajibannya untuk membantu menyediakan Rusun murah untuk warga miskin DKI.
"Kalau pengembang yang besar mereka melakukan sendiri, karena pengembang ini mempunyai kewajiban 20 persen," ujarnya.
Ahok mengatakan, Pemprov sedang melakukan kajian mengenai kewajiban pengembang untuk membayar hutang periode sebelumnya. Namun, pengembang juga memilki kewajiban untuk membangun rusun bagi warga kurang mampu.
"Nah soal hutang-hutang yang lama segala macam itu bisa diperdebatkan. Tapi mereka langsung merespon, oke kita bangun. Soal hutang kami tinggal hitung," tambah pria kelahiran Banggar ini.
(stb)