Polisi digaji rakyat, bukan SBY, jangan anarkis
Senin, 17 Juni 2013 - 17:27 WIB
Polisi digaji rakyat, bukan SBY, jangan anarkis
A
A
A
Sindonews.com - Tindakan pihak kepolisian yang telah melakukan penembakan kepada para demonstran saat melakukan aksi unjukrasa menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai sangat anarkis dan tak sepatutnya dilakukan aparat penegak hukum.
Anggota komisi IX DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyayangkan tindakan yang tidak manusiawi sehingga bisa memakan korban tersebut. Pasalnya, dengan kondisi polisi yang merupakan pelayan rakyat tidak melakukan tindakan yang menjurus pelanggaran HAM tersebut.
“Siapa yang anarkis kalau begini. Rakyat menolak kenaikan BBM dijawab dengan tembakan. Padahal, tak ada demonstran yang membawa pistol atau senapan,“ kata Rieke di Gedung DPR, Jakarta, Senin (17/6/2013).
Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga menegaskan, Polri seharusnya tahu diri dengan kondisinya. Hal tersebut melihat kenyataan bahwa rakyatlah yang telah membiayai Polri selama ini.
“Pihak kepolisian bersatulah dengan rakyat, karena gaji anda hanya dijanjikan naik 7 persen. Sementara kalau BBM naik menurut pengakuan pemerintah inflasi 7,2 persen. Kebutuhan pokok akan naik Rp200 ribubulan. Ingat Polisi pun digaji oleh rakyat, bukan oleh SBY.“
“Rakyat Tolak Kenaikkan Harga BBM jangan dijawab dengan Moncong senjata dan gas air mata,“ sambun Rieke.
Anggota komisi IX DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyayangkan tindakan yang tidak manusiawi sehingga bisa memakan korban tersebut. Pasalnya, dengan kondisi polisi yang merupakan pelayan rakyat tidak melakukan tindakan yang menjurus pelanggaran HAM tersebut.
“Siapa yang anarkis kalau begini. Rakyat menolak kenaikan BBM dijawab dengan tembakan. Padahal, tak ada demonstran yang membawa pistol atau senapan,“ kata Rieke di Gedung DPR, Jakarta, Senin (17/6/2013).
Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga menegaskan, Polri seharusnya tahu diri dengan kondisinya. Hal tersebut melihat kenyataan bahwa rakyatlah yang telah membiayai Polri selama ini.
“Pihak kepolisian bersatulah dengan rakyat, karena gaji anda hanya dijanjikan naik 7 persen. Sementara kalau BBM naik menurut pengakuan pemerintah inflasi 7,2 persen. Kebutuhan pokok akan naik Rp200 ribubulan. Ingat Polisi pun digaji oleh rakyat, bukan oleh SBY.“
“Rakyat Tolak Kenaikkan Harga BBM jangan dijawab dengan Moncong senjata dan gas air mata,“ sambun Rieke.
(rsa)