Tak diangkut, sampah di TPS Kemiri meluber
Senin, 10 Juni 2013 - 15:36 WIB
Tak diangkut, sampah di TPS Kemiri meluber
A
A
A
Sindonews.com - Warga perumahan di kawasan Desa Kemiri mengeluhkan pengelolaan sampah di TPS Kemiri, Kecamatan/Kota Sidoarjo. Pasalnya, dalam beberapa pekan terakhir sampah menumpuk tidak juga diangkut.
Bukan hanya itu, warga yang rumahnya berdekatan dengan TPS Kemiri juga khawatir jika air lindi akan mencemari sumur mereka. Sebab, dalam sepekan terakhir tiap hari hujan turun dan air sampah mengalir ke jalan dan dekat perumahan.
Sebenarnya protes warga sudah seringkali disampaikan. Namun, ketika ada protes warga Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) langsung mengangkut sampah. Setelah tak diprotes, pengangkutan sampah kembali molor.
Lebih parah lagi, setiap pagi ada aktivitas truk mengangkut sampah membuat jalan yang becek semakin tusak. Imbasnya, kerap terjadi kemacetan saat jam kerja dan jam pulang kerja.
"Karena kondisinya seperti itu saya lebih baik lewat jalan lain saja," ujar Diana, juga warga perumahan di kawasan Kemiri.
Pantauan di lokasi, beberapa pekan terakhir memang terjadi penumpukan sampah di areal TPS. Sampah menumpuk di tanah, bahkan sampai meluber ke bibir jalan. Padahal, sesuai aturan harusnya fungsi TPS adalah sebagai tempat penampungan sampah sementara.
Tidak hanya itu, harusnya sampah ditaruh di kontainer yang disediakan. Kenyataannya tidak, sampah menumpuk di luar kontainer sampah. Hal inilah yang menyebabkan jika hujan timbulnya air sampah yang berbau busuk. Sampah juga meluber ke sungai yang bersebelahan dengan TPS.
Ketua DPRD Sidoarjo Dawud Budi Sutrisno meminta agar DKP segera memperhatikan keluhan terkait sampah. Apalagi, dalam APBD 2012 lalu dewan sudah menyetujui penambahan armada pengangkut sampah.
"Dewan sangat mendorong adanya penanganan kebersihan. Jika memang masih kekurangan armada pengangkut sampah tentu akan dipertimbangkan untuk menambah armada lagi," tegas politisi Demokrat tersebut, Senin (10/6/2013).
Bukan hanya itu, warga yang rumahnya berdekatan dengan TPS Kemiri juga khawatir jika air lindi akan mencemari sumur mereka. Sebab, dalam sepekan terakhir tiap hari hujan turun dan air sampah mengalir ke jalan dan dekat perumahan.
Sebenarnya protes warga sudah seringkali disampaikan. Namun, ketika ada protes warga Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) langsung mengangkut sampah. Setelah tak diprotes, pengangkutan sampah kembali molor.
Lebih parah lagi, setiap pagi ada aktivitas truk mengangkut sampah membuat jalan yang becek semakin tusak. Imbasnya, kerap terjadi kemacetan saat jam kerja dan jam pulang kerja.
"Karena kondisinya seperti itu saya lebih baik lewat jalan lain saja," ujar Diana, juga warga perumahan di kawasan Kemiri.
Pantauan di lokasi, beberapa pekan terakhir memang terjadi penumpukan sampah di areal TPS. Sampah menumpuk di tanah, bahkan sampai meluber ke bibir jalan. Padahal, sesuai aturan harusnya fungsi TPS adalah sebagai tempat penampungan sampah sementara.
Tidak hanya itu, harusnya sampah ditaruh di kontainer yang disediakan. Kenyataannya tidak, sampah menumpuk di luar kontainer sampah. Hal inilah yang menyebabkan jika hujan timbulnya air sampah yang berbau busuk. Sampah juga meluber ke sungai yang bersebelahan dengan TPS.
Ketua DPRD Sidoarjo Dawud Budi Sutrisno meminta agar DKP segera memperhatikan keluhan terkait sampah. Apalagi, dalam APBD 2012 lalu dewan sudah menyetujui penambahan armada pengangkut sampah.
"Dewan sangat mendorong adanya penanganan kebersihan. Jika memang masih kekurangan armada pengangkut sampah tentu akan dipertimbangkan untuk menambah armada lagi," tegas politisi Demokrat tersebut, Senin (10/6/2013).
(ysw)