Ribuan berkas penting di DPRD Jabar rusak
Senin, 10 Juni 2013 - 13:17 WIB
Ribuan berkas penting di DPRD Jabar rusak
A
A
A
Sindonews.com - Banjir yang merendam Gedung DPRD Jawa Barat membuat sejumlah berkas penting, komputer dan kendaraan terendam. Akibatnya, berkas penting di DPRD mengalami kerusakan.
Banjir yang terjadi pada Sabtu 8 Juni 2013 siang itu menyebabkan, 15 unit komputer, 15 laptop, dan lima sepeda motor juga sempat terendam.
Total ada 12 ruangan yang tergenang banjir setinggi 50 centimeter. Beberapa ruangan itu adalah ruang tata usaha, ruang arsip, serta ruang umum dan administrasi.
Begitu para PNS masuk kerja tadi pagi, baru diketahui banyak arsip yang basah. Tapi genangan air sudah tidak ada. Arsip-arsip yang basah pun kini dijemur halaman agar cepat kering.
"Kita sekarang berusaha menyelamatkan dulu arsip-arsip itu karena memang banyak arsip penting," ujar Sekretaris DPRD Jawa Barat, Ida Hernida, Senin (10/6/2013).
Dijelaskan Ida, arsip yang terendam itu merupakan arsip dalam kurun lima tahun terakhir. Meski banyak pekerjaan yang tersendat, tapi saat ini para PNS tetap bekerja seperti biasa.
Ia mengatakan, banjir di lokasi baru kali ini terjadi. Biasanya kalaupun banjir hanya sampai ke halaman, tidak masuk ke area basement.
Ida menambahkan, kerugian dari banjir itu cukup besar. Yang terbesar tentu karena cukup banyak komputer yang kini rusak.
"Secara keseluruhan, kerugian diperkirakan mencapai Rp700 juta," pungkasnya.
Banjir yang terjadi pada Sabtu 8 Juni 2013 siang itu menyebabkan, 15 unit komputer, 15 laptop, dan lima sepeda motor juga sempat terendam.
Total ada 12 ruangan yang tergenang banjir setinggi 50 centimeter. Beberapa ruangan itu adalah ruang tata usaha, ruang arsip, serta ruang umum dan administrasi.
Begitu para PNS masuk kerja tadi pagi, baru diketahui banyak arsip yang basah. Tapi genangan air sudah tidak ada. Arsip-arsip yang basah pun kini dijemur halaman agar cepat kering.
"Kita sekarang berusaha menyelamatkan dulu arsip-arsip itu karena memang banyak arsip penting," ujar Sekretaris DPRD Jawa Barat, Ida Hernida, Senin (10/6/2013).
Dijelaskan Ida, arsip yang terendam itu merupakan arsip dalam kurun lima tahun terakhir. Meski banyak pekerjaan yang tersendat, tapi saat ini para PNS tetap bekerja seperti biasa.
Ia mengatakan, banjir di lokasi baru kali ini terjadi. Biasanya kalaupun banjir hanya sampai ke halaman, tidak masuk ke area basement.
Ida menambahkan, kerugian dari banjir itu cukup besar. Yang terbesar tentu karena cukup banyak komputer yang kini rusak.
"Secara keseluruhan, kerugian diperkirakan mencapai Rp700 juta," pungkasnya.
(ysw)