Kemacetan tak teratasi, Ahok ultimatum Kadishub DKI

Rabu, 05 Juni 2013 - 08:48 WIB
Kemacetan tak teratasi,...
Kemacetan tak teratasi, Ahok ultimatum Kadishub DKI
A A A
Sindonews.com - Enam bulan lebih pasca dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dituntut memberi harapan nyata kepada masyarakat Jakarta.

Paling sederhana untuk menjawab harapan masyarakat Jakarta adalah dengan mewujudkan Jakarta yang bebas dari kemacetan. Sebab kritik publik terhadap pemerintah DKI berkutat pada masalah penanganan macet dan banjir. Berikutnya, masalah keamanan warga Jakarta.

Tidak seperti banjir yang datang pada saat musim penghujan dan keamanan warga yang bersifat aksidental. Kemacetan lalu lintas seolah menjadi pemandangan yang abadi mewarnai ibukota. Dari itu, tuntutan masyarakat untuk semua periodesasi pemerintahan DKI Jakarta masih melulu bagaimana pemerintah dituntut mampu mengurai kemacetan.

Enam bulan lebih waktu yang tepat bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengevaluasi kinerja bawahannya seperti Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama secara tegas meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono untuk secepatnya menyelesaikan lokasi yang menjadi titik kemacetan Ibukota.

Selain itu, kata Ahok, panggilan populer Basuki Tjahaja Purnama, Pemprov DKI Jakarta memiliki kewenangan penuh, bahkan tidak segan untuk mencopot jabatan Udar Pristono dari Kepala Dinas.

"Kalau dia (Udar Pristono) enggak beres diganti dia," ujar Ahok.

Untuk mengurai kemacetan, harus diakui, pemerintah Jakarta baru ini memiliki banyak inisiasi dalam program penanganan macet di Ibukota. Dalam sekala makro misalnya, transportasi massal berbasis rel seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan Monorail sedang di persiapkan. Namun, moda transportasi modern tersebut baru akan terwujud hingga 4-5 tahun mendatang.

Dalam sekala mikro, penanganan macet yang bersifat teknis pun kian mundur. Contohnya, program ganjil-genap yang akan menggeser 3 in 1, lalu 3 in 1 belakangan akan digeser lagi dengan program jalan berbayar atau Elektronic Road Pricing (ERP). Program yang bersifat teknis tersebut malah seakan ditelan bumi, tidak terdengar gaungnya kembali.

Praktis tinggal pemaksimalan para petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang dibantu aparat kepolisian lalu lintas yang bertugas melancarkan kendaraan saat jam berangkat dan pulang kerja.

Tidak sampai disitu, Pemprov DKI Jakarta kini memiliki tugas yang jauh lebih berat yakni kehendak untuk memberi kesadaran kepada masyarakat Jakarta agar mau berpindah dari menggunakan kendaraan pribadi ke transportasi umum. Sebagian pengamat transportasi kota, maupun Pemerintah DKI sendiri mengakui, masalah macet bukan saja karena minimnya infrastruktur dan angkutan massal yang memadai. Lebih dari itu, kesadaran masyarakat untuk berpindah ke transportasi umum sangat kurang.

Sehingga, pilihan yang harus diambil para arsitek Jakarta Baru ini harus lebih nyata. Pada prosesnya, tetap dilakukan evaluasi terhadap penanganan kemacetan di Jakarta. Disamping itu, pilihan program dipilih antara yang paling mendesak, apakah memaksimalkan program teknis atau mempercepat program strategis dengan mempercepat durasi pembangunan maksimal menjadi 3 tahun.
(lal)
Berita Terkait
Deretan Kota-Kota di...
Deretan Kota-Kota di Indonesia dengan Tingkat Kemacetan Tertinggi
Makin Parah, Jakarta...
Makin Parah, Jakarta Tempati Peringkat Ketujuh Kota Termacet di Dunia
Kurangi Macet di Jakarta,...
Kurangi Macet di Jakarta, Heru Budi Akan Bahas Pembagian Jam Kerja Usai Lebaran
Potret Kemacetan Imbas...
Potret Kemacetan Imbas Penutupan Jalan Protokol
Kerugian Rp71,4 Triliun...
Kerugian Rp71,4 Triliun Akibat Macet Parah di 6 Kota
Jelang Jumatan, Mampang...
Jelang Jumatan, Mampang Prapatan Macet Parah
Berita Terkini
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
7 jam yang lalu
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
7 jam yang lalu
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
8 jam yang lalu
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
9 jam yang lalu
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
9 jam yang lalu
YLC-8 IKA ITS Siapkan...
YLC-8 IKA ITS Siapkan Generasi Pemimpin Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045
10 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved