Guru ini kembangkan energi alternatif dari sampah

Rabu, 24 April 2013 - 13:07 WIB
Guru ini kembangkan...
Guru ini kembangkan energi alternatif dari sampah
A A A
JERAMI, daun tebu, tongkol jagung, atau ilalang selama ini hanya dianggap sebagai sampah yang layak dimusnahkan. Namun siapa sangka, ditangan seorang pria kreatif di Jombang, Jawa Timur, sampah-sampah tersebut ternyata bisa diolah menjadi bio premium atau bio diesel pengganti solar.

Apa yang dilakukan Arif Wibowo, warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Kota Jombang, Jawa Timur perlu kerja keras bertahun-tahun untuk melakukan penelitian dan ujicoba. Akhirnya, penerima penghargaan guru teladan nasional dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) tahun 2008 ini berhasil menyulap aneka sampah menjadi bio premium dan bio diesel pengganti solar.

Arif tak berani mengklaim hasil kreatifitasnya ini sebagai penemuan baru, sebab menurutnya, diluar negeri bio diesel dan bio premium sudah marak digunakan masyarakat.

Menurut Arif, bio premium dan bio diesel dibuat dengan bahan yang sangat melimpah di sekitarnya, seperti rumput gajah, jerami (bekas batang padi), ilalang, batang jagung, tongkol jagung, daun tebu, eceng gondok, biji jarak, buah bintaro, atau rumput-rumputan sampah lainnya.

Proses pembuatannya juga sangat mudah, pertama rumput di haluskan terlebih dahulu dengan menggunakan mesin penggiling. Setelah itu, masukkan ke dalam wadah khusus dan campuri dengan jamur ragi (sacharomyces cerevice).

Jika sudah diaduk hingga rata, fragmentasikan campuran rumput, air dan jamur ragi ini ke dalam wadah tertutup selama 14 hari. Setelah itu, lakukan proses destilasi (pemisahan air dengan minyak) dengan alat yang dirancang secara khusus.

"Dengan cara sederhana ini, kita akan mendapatkan bio etanol yang selanjutnya dapat di proses lagi menjadi bio premium ataupun bio solar. Untuk membuktikannya, kita juga bisa langsung mencoba menggunakan bio premium tersebut pada sepeda motor," terangnya.

Terhadap hasil kreatifitasnya tersebut, Arif mengaku akan membuka diri jika pemerintah berminat mengembangkannya. Namun jika tidak, Arif mengaku akan tetap mengembangkan bio premium dan bio solar ini dengan cara bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar sejumlah pabrik atau perusahaan swasta.

Sebab dibandingkan dengan bio solar non subsidi milik Pertamina, bio solar buatan Arif jauh lebih murah. Hanya dijual Rp6.000 perliter sementara solar non subsidi milik pertamina dijual Rp10.600 perliter.

Demikian juga dengan bio premium milik Arif, juga dijual jauh lebih murah dari harga Pertamax. Jika pemerintah nantinya menaikkan harga solar subsidi menjadi Rp6.500 perliter, berarti solar buatan Arif ini masih lebih murah.

Padahal, menurut Arif, kualitas bio solar maupun bio diesel dari bahan sampah yang ramah lingkungan ini jauh lebih baik, diantaranya emisi gas buangnya lebih rendah dan perawatan mesin menjadi lebih terukur.

Selama ini Arif mengaku sangat prihatin dengan kondisi pemerintah yang selalu bingung saat terjadi kenaikan harga minyak dunia. Padahal jika pemerintah bisa memproduksi bio solar sendiri, pemerintah tak perlu ambil pusing dengan kenaikan harga minyak dunia yang sering terjadi sehingga kondisi perekonomian dalam negeri bisa tetap stabil.
(ysw)
Berita Terkait
Dukung Program Merdeka...
Dukung Program Merdeka Belajar, OASE KIM Selenggarakan Lokakarya Membaca Nyaring di Mataram
Raih Emas, UIN Walisongo...
Raih Emas, UIN Walisongo Buktikan Diri Terbaik dalam Ilmu Astronomi
Jalur Commuterline Rangkasbitung...
Jalur Commuterline Rangkasbitung Punya Oase Penumpang Baru
Kejagung Dinilai Jadi...
Kejagung Dinilai Jadi Oase Baru Penegakan Hukum
Menag Yaqut: OASE Jadi...
Menag Yaqut: OASE Jadi Bukti Sarjana PTKI Kini Ahli Bidang Agama dan Sains
Raih 7 Emas, UIN Ar-Raniry...
Raih 7 Emas, UIN Ar-Raniry Banda Aceh Juara Umum OASE PTKI 2021
Berita Terkini
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
11 menit yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
37 menit yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
2 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
4 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved