Lagi, Kompolnas minta klarifikasi mantan Kapolda DIY

Selasa, 23 April 2013 - 19:09 WIB
Lagi, Kompolnas minta...
Lagi, Kompolnas minta klarifikasi mantan Kapolda DIY
A A A
Sindonews.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) kembali melakukan pertemuan dengan mantan Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Brigadir Jenderal Pol Sabar Rahardjo untuk mengklarifikasi kembali kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, DIY.

Anggota Kompolnas Adrianus Meliala mengakui pihaknya telah melakukan pertemuan dengan mantan Kapolda DIY, Wakapolda DIY, Direskrimum Bareskrim Kadivpropam dan Paminal untuk melakukan klarifikasi. Dia menambahkan, sebanyak 30 pertanyaan diajukan Kompolnas kepada mantan Kapolda DIY.

"Pertanyaannya mulai dari peristiwa di Hugo's cafe sampai penyerangan ke lapas, dan kemudian bagaimana, yang bersangkutan tewas, dan hubungan dengan keluarga," jelas Adrianus kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (23/4/2013).

"Kami memang menyecar pada hal pengiriman ke lapas. Apakah ada pengetahuan, pembiaran, benarkah handphone dimatikan, benarkah ada konspirasi atau perjanjian TNI-Polri. Dan itu semua dijawab negatif oleh pihak polda, Sabar Rahardjo dan didukung pihak Propam dan paminalnya," sambungnya.

Andrian mengakui, apa yang disampaikan Sabar merupakan hal yang jujur, karena informasi yang disampaikan pernah diungkap di hadapan media.

"Pak Sabar tidak pernah menerima telpon dari kakanwil dan juga tidak ada SMS dari kakanwil. Padahal pihak kakanwil mengatakan telepon tapi tidak diangkat dan mengirim sms," paparnya.

Menurutnya, pihak Polda DIY menunjukan akuntable pada pekerjaannya. Kemudian, pihak propam juga telah selesai, menyimpulkan semua sesuai prosedur.

"Kami mendukung pihak Polri dalam peekerjaan ini. Namun, ada beberapa catatan kami, misal hubungan dengan keluarga, itu saya kira memang pengiriman jenazah dari Polda DIY ke NTT dan pembumian sudah dilakukan. Tapi, itu dianggap belum cukup oleh keluarga," simpulnya.

Dia pun berharap, ada upaya dari Polri dan Polda DIY untuk memuaskan keinginan keluarga korban, yang merasa kehilangan.
(rsa)
Berita Terkait
Beruntung, Lima Zodiak...
Beruntung, Lima Zodiak Ini Diramal Bakal Naik Gaji
Kenaikan Gaji Karyawan...
Kenaikan Gaji Karyawan di Indonesia akan Tetap Stabil di Tahun 2024
Fixed, Kemenkeu Pastikan...
Fixed, Kemenkeu Pastikan Gaji PNS Enggak Naik Tahun Depan
Rentan Teror Pihak Bermodal...
Rentan Teror Pihak Bermodal Besar, SHI: Kenaikan Gaji Jaga Rezeki Halal Hakim
Gaji Hakim Naik 280%,...
Gaji Hakim Naik 280%, Anggaran Diambil dari Efisiensi Belanja Negara
Gaji PNS di Sini Bakal...
Gaji PNS di Sini Bakal Naik Gede-gedean, Terbesar dalam 3 Dekade
Berita Terkini
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
2 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
6 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
6 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
6 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
8 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
9 jam yang lalu
Infografis
Mantan Mendikbudristek...
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim Terseret Pengadaan Laptop
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved