Anggaran belanja kertas UN yang jelek itu Rp800 M

Senin, 22 April 2013 - 12:38 WIB
Anggaran belanja kertas...
Anggaran belanja kertas UN yang jelek itu Rp800 M
A A A
Sindonews.com - Jeleknya kualitas kertas Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) yang tipis, bukan saja dikeluhkan para peserta ujian tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat di Jakarta. Namun juga dikeluhkan para guru.

Salah satu Guru di SMPN 70 yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, anggaran sebesar Rp800 miliar untuk pengadaan kertas Lembar Soal dan lembar Jawaban tidak berarti apa-apa. Dia menilai, dengan anggaran sebesar itu harusnya pemerintah bisa menyediakan kertas ujian yang bermutu.

"Itu anggarannya kan besar, kalau enggak salah sampai Rp800 miliar buat pengadaan kertas ujian siswa. Tapi, kayaknya sia-sia, anggaran sebesar itu tapi siswa dapat kertas yang tidak bermutu," ujar salah satu Guru SMPN 70, Tanah Abang, Jakarta, Senin (22/4/2013).

Selain itu, harusnya UN SMA yang sudah berakhir beberapa waktu lalu bisa dijadikan acuan bagi pemerintah agar kertas LJUN yang terbilang tipis itu tidak dialami juga oleh siswa SMP yang sedang UN saat ini.

"Harusnya waktu UN SMA itu bisa jadi pelajaran untuk pemerintah agar situasinya tidak terulang lagi di SMP sekarang," paparnya.

Dia menambahkan, secara pribadi dirinya mendukung rencana Pemprov DKI yang ingin membuat kebijakan lokal terkait pelaksanaan UN untuk waktu berikutnya. Dia menilai, agar pelaksanaan UN baik pengadaan kertas soal dan jawaban maupun distribusinya tidak terkendala.

"Kemarin saya dengar Pak Jokowi mau bikin kebijakan lokal soal UN. Saya kok mendukung. Kan, biar kertas jawaban itu bisa dikerjakan sendiri dan enggak ada istilah keterlambatan pengiriman soal," imbuhnya.

Berdasarkan pantauan langsung Sindonews, kertas UN untuk siswa SMP sederajat terbilang tipis. Contoh kertas yang tidak terpakai dilakukan simulasi bersama wakil kepala sekolah dan panitia dengan diteteskan air. Alhasil, kertas lembar soal dan jawaban memang terlihat melepuh dan langsung robek saat digores dengan menggunakan jari.
(san)
Berita Terkait
UN Ditiadakan, PPDB...
UN Ditiadakan, PPDB Jateng Tahun Ini Gunakan Nilai Rapor
Pemerintah Pertimbangkan...
Pemerintah Pertimbangkan Diadakannya Kembali Ujian Nasional
Menggagas Pengganti...
Menggagas Pengganti Terbaik UN
UN Kembali Ditiadakan,...
UN Kembali Ditiadakan, Penilaian Kelulusan Siswa Kewenangan Sekolah
Kabar UN Mau Diberlakukan...
Kabar UN Mau Diberlakukan Lagi Tahun Depan, Mendikdasmen Bilang Begini
Inilah 5 Negara Tanpa...
Inilah 5 Negara Tanpa Ujian Nasional
Berita Terkini
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
41 menit yang lalu
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
1 jam yang lalu
YLC-8 IKA ITS Siapkan...
YLC-8 IKA ITS Siapkan Generasi Pemimpin Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045
1 jam yang lalu
JKF 2026 Tegaskan Perkuat...
JKF 2026 Tegaskan Perkuat Kolaborasi Menuju Kota Global
3 jam yang lalu
Buruh Korban Penyekapan...
Buruh Korban Penyekapan Dilaporkan Balik Perusahaan Percetakan, Said Iqbal: Lawan, Jangan Takut!
3 jam yang lalu
28 PCNU se-Jateng Dukung...
28 PCNU se-Jateng Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Ponpes Lirboyo
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved